Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

INSTAL APLIKASI DAPODIKDAS 2013 DI BEBERAPA KOMPUTER

Edit Aplikasi Dapodikdas 2013 Di Komputer Berbeda
sumber http://mankdidin.blogspot.com/

Tema blog kali ini muncul setelah banyaknya yang bertanya Bisakah pekerjaan aplikasi dapodikdas 2013 di kantor di lanjutkan di komputer rumah? Atau laptop lain?
Dan hampir semua sahabat facebook menjawab “TIDAK BISA, Harus di satu komputer. Bisa di komputer lain tapi setelah sinkronisasi online ke operator dapodikdas pusat”…..

Kalau pertanyaannya bisakah? Penulis jawab bisa, caranya :
1. Di komputer pertama (sekolah) aplikasi dapodik telah diinstal sempurna
2. Copykan file prefill hasil download di C:\ prefill_dapodik
3. Registrasi aplikasi tersebut masukkan kode registrasi sesuai dengan kode registrasi yang diberikan oleh Dinas pendidikan kabupaten/ kota.

4. Klik simpan
5. Masuk ke jendela LOGIN

6. Ceritanya anda sudah edit data beberapa siswa. Simpan perubahan. Lalu Logout (keluar dari aplikasi dapodik). Tutup browser google chrome atau Mozilla firefox.
7. Copy folder DAPODIKDAS yang ada di folder C:\Program Files
8. Buka Flashdisk atau hardis partisi lainnya contoh : D:\
9. Klik Paste di flasdisk atau folder pada partisi lainnya. Kini copy-an folder DAPODIKDAS dah ada di flashdisk anda.
10. Aktifkan komputer/ laptop lain.
11. Instal Aplikasi dapodikdas 2013 di komputer/ laptop lain, setelah sukses penginstalan. Registrasi PERSIS seperti di komputer sekolah (sama dengan poin 1 s.d. 4)
12. Setelah registrasi sukses, login PERSIS seperti di komputer sekolah. Lalu Logout. Tutup aplikasi browser google chrome atau Mozilla Firefox
13. Di start menu, klik run, ketik services.msc, lalu tekan Enter. Maka tampil jendela service

14. Klik DapodikdasDB, klik tombol STOP
15. Klik DapodikdasWebSrv, klik tombol STOP. Lalu tutup jendela service.
16. Buka flashdisk yang sudah ada kopian folder dapodikdas dari komputer sekolah.
Klik kanan pilih Copy
17. (Di kompter baru) Buka C:\Program files. Klik Paste. Ada pertanyaan Replace (timpa), klik Yes to All
18. Di start menu, klik run, ketik services.msc, lalu tekan Enter. Maka tampil jendela service
19. Klik DapodikdasDB, klik tombol START
20. Klik DapodikdasWebSrv, klik tombol START. Lalu tutup jendela service.
21. Restart computer. Coba login. Bagaimana hasilnya??? Selamat bekerja !!!
Anda bisa lakukan berulang-ulang copy paste folder dapodikdas dari laptop anda ke komputer kantor atau sebaliknya, dengan langkah-langkah point 6 s.d 21.

Tips di atas berlaku :
1. Bagi sekolah yang siswanya sedikit, bisa ditangani Admin dapodik satu orang.
2. Bagi Admin dapodikdas 2013, yang di kantor ingin kerja di komputer kantor, sambil begadang / lembur ingin kerja di rumah menggunakan laptop pribadi.
Kalau memang operatornya cuma satu orang dan diizinkan Kepala Sekolah diinstal dan diedit di laptop pribadi operator, LEBIH BAIK CUKUP DIINSTAL dan DIEDIT DI SATU LAPTOP OPERATOR TERSEBUT. Selain Admin atau tanpa izin Kepala sekolah jangan coba-coba ya !
3. Saat sinkronisasi ke server dapodikdas pusat, pastikan data semuanya sudah valid

Tips ini bermanfaat untuk membackup data dapodik 2013, jangan sampai ada yang berpendapat bahkan PUTUS ASA data hilang karena hardis diformat dan beribu alasan. ANDA TIDAK PERLU NGETIK LAGI DARI NOL ! Setiap selesai bekerja lebih baik Copy-kan folder DAPODIKDAS di folder C:\Program files ke flashdisk atau partisi lainnya.

HATI-HATI VIRUS
File atau folder backup-an tadi bisa saja terkena virus. Inilah tips penulis dalam mengatasi virus :
1. Pastikan anti virus di komputer sekolah dan laptop sama dan selalu diupdate. Penulis menggunakan Smadav 9.3 dan AVG 2013.
2. Compress (padatkan) setiap aplikasi dalam bentuk zip. Untuk sementara virus tidak bisa menginfeksi file zip.
Sebagai contoh folder dapodikdas yang telah di-copy-kan di hardis partisi D, oleh penulis di klik kanan, pilih Add to Dapodikdas zip. File Dapodik.zip (hasil kompres) inilah yang dicopykan ke flashdisk.

3. Untuk mengekstrak file dapodik zip, klik kanan dapodik zip, pilih Extract file… pilih drive C, folder Program files, lalu klik OK.

Untuk sekolah besar yang siswa, PTK atau data yang dimasukan super besar, buanyaak, bisa dilakukan dalam jaringan oleh beberapa orang, anda bisa set komputer seperti gambar dibawah ini

Sumber Gambar Jaringan: fb Sujarwadi Jadi.

Sebagai Kepala Sekolah, penulis menugaskan Staf TU untuk mengentry data di aplikasi Dapodikdas 2013. Walaupun demikian saya tertarik untuk memberi tips solusi bagi staf saya dalam pengentrian data ini. Tips ini telah penulis coba di computer kantor (TU), laptop penulis dan laptop operator. Mudah-mudahan tips ini juga bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Bagi pembaca yang suka, tidak suka, yang mau kasih saran kritik silahkan kasih komentar.

26 Oktober 2013 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

pengertian manajemen Strategi menurut para ahli

pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.

pengertian manajemen strategis menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen adalah “Strategic Management is that a set of managerial decisions and actions that determines the long-run performance of a corporation”, dan jika diterjemahkan secara bebas maka Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Pengertian manajemen strategi menurut Gregory G Dees dan Alex Miller adalah suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas yaitu analisis strategi, perumusan strategi dan implentasi strategi (Djaslim Saladin, 2003).

pengertian manajemen strategis menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.

Pengertian manajemen strategi menurut Fred R. David Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.

pengertian manajemen strategis menurut Husein Umar (1999 : 86): Manajemen strategis sebagai suatu seni dan ilmu dalam hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan startegis antara fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa datang.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV). Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael Polter Manajemen strategi adalah sesuatu yang membuat perusahaan secara keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsure sinergi di dalamnya.

Pengertian manajemen strategi menurut H. Igor Ansoff Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.

pengertian manajemen strategis menurut Lawrence R. Jauch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, 1998) : Manajemen Strategis adalah sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.
sumber http://mbegedut.blogspot.com

7 Oktober 2012 Posted by | Uncategorized | | 2 Komentar

PROPOSAL TESIS

MATA KULIAH METODE PENULISAN TUGAS AKHIR
PERTEMUAN 1&2 “PROPOSAL TESIS”

Bagian-bagian proposal tesis antara lain:
HALAMAN SAMPUL
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kerangka Teoritis
1.5 Hipotesis
II. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Jenis Penelitian
2.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator
2.3 Metode Pengumpulan Data
2.4 Metode Penetapan Sampel (jika ada)
2.5 Metode Analisa
Daftar Pustaka
Lampiran

25 September 2012 Posted by | Pendidikan, Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI

PERANAN MANAJEMEN STRATEJIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI
(search from http://blog.binadarma.ac.id/muhammadinah)

ABSTRAK

Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi, control masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan dampak bagi perkembangan suatu negara maupun bisnis. Control masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun perusahaan, sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak dapat membuat kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu dalam menjalankan kegiatannya perlu adanya keselarasan antara kompetensi yang dimiliki perusahaan maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada di luar organisasi (perusahaan dan pemerintah).
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara diabaikan.Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi. Menopang manajemen strategis tergantung pada manajer mendapat pengertian mengenai pesaing, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah, kreditor, pemegang saham dan pelanggan diseluruh dunia. Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing di seluruh dunia, bukan hanya di pasar lokal.
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.

BAB II
PERAN MANAJEMEN STRATEJIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI

A. Pengertian
Sebelum melangkah lebih jauh tentang seberapa jauh peran manajemen stratejik dalam pengembangan organisasi, kita akan menyimak dulu pengertian dari manajemen stratejik itu sendiri, berikut beberapa ahli yang memberikan gambaran atau teori tentang manajemen stratejik itu sendiri.
• Barney, 1997:27
Manajemen strategis (strategic management) dapat dipahami sebagai proses pemilihan dan penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola alokasi sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan kinerjanya.

• Grant, 1995:10
Strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi menguntungkan. Dengan kata lain, manajamen strategis terlibat dengan pengembangan dan implementasi strategi-strategi dalam kerangka pengembangan keunggulan bersaing.

• Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV)
Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata

• David 2002:5
Seni dan pengetahuan untuk merumsukan, mengimplementasikan and mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya.

• Hunger dan Wheelen 2003:4
Serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang.

Dengan demikian dari definisi di atas dapat diketahui fokus manajemen strategis terletak dalam memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akunting, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta system informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Manajemen strategis di katakan efektif apabila memberi tahu seluruh karyawan mengenai sasaran bisnis, arah bisnis, kemajuan kearah pencapaian sasaran dan pelanggan, pesaing dan rencana produk kami. Komunikasi merupakan kunci keberhasilan manajemen strategis.

Dari definisi tersebut terdapat dua hal penting yang dapat disimpulkan, yaitu:
1. Manajemen Strategik terdiri atas tiga proses:
a. Pembuatan Strategi, yang meliputi pengembnagan misi dan tujuan jangka panjang, mengidentifiksikan peluang dan ancaman dari luar serta kekuatan dan kelemahan organisasi, pengembangan alternatif-alternatif strategi dan penentuan strategi yang sesuai untuk diadopsi.
b. Penerapan strategi meliputi penentuan sasaran-sasaran operasional tahunan, kebijakan organisasi, memotovasi anggota dan mengalokasikan sumber-sumber daya agar strategi yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan.
c. Evaluasi/Kontrol strategi, mencakup usaha-usaha untuk memonitor seluruh hasil-hasil dari pembuatan dan penerapan strategi, termasuk mengukur kinerja individu dan organisasi serta mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

2. Manajemen Strategik memfokuskan pada penyatuan/penggabungan aspek-aspek pemasaran, riset dan pengembangan, keuangan/akuntansi, operasional/produksi dari sebuah organisasi.

Strategik selalu “memberikan sebuah keuntungan”, sehingga apabila proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi gagal menciptakan keuntungan bagi organisasi tersebut maka dapat dikatakan proses manajemen tersebut bukan manajemen strategik.
B. Peran Manajemen Stratejik

Untuk meraih segala cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka penerapan manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang diinginkan bersama dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan seefektif dan seefisen mungkin.
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.
Esensi Manajemen Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi, baik bersifat nirlaba maupun ber-orientasi laba dapat dijabarkan atas hal pokok berikut :
1. Pertumbuhan dan Keberlanjutan
Hal ini dicirikan oleh adanya kegiatan lebih besar dari organisasi yang nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan SDM. Pencapaian kondisi tersebut di-dapatkan dari kerjasama antar individu yang mampu mewujudkan sinergi perkembangan organisasi sesuai siklus organisasi (pengenalan, pertumbuhan, kedewa-saa dan pembaharuan dengan kondisi penurunan, tetap dan naik kembali) ditinjau dari faktor internal maupun eksternal yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan, baik fundamental, incremental dan radikal dari nilai-nilai keinginan konsumen, serta persaingan yang ketat dalam kondisi yang mengandung ketidak-pastian dan penuh risiko.
2. Berpikir Strategik
Hal ini dicirikan oleh pemahaman tentang pentingnya faktor waktu (lalu, kini dan esok), proses kontinu (siklus) dan iteratif (sekuens pembelajaran) dalam mengidentifikasi kegiatan yang menjanjikan ke depan yang berbasis pada pemetaan kemampuan (superior-tas) yang dimiliki (sumber daya seperti SDA, SDM dan SDB) dengan secara komprehensif memperhati-kan faktor-faktor makro seperti politik, ekonomi, teknologi dan sosial budaya, disamping upaya pem-belajaran organisasi dalam menuju daya saing secara parsial ataupun utuh. Realisasi berpikir strategik dapat ditunjukkan oleh konsep masukan, proses dan luaran dalam mengelola perubahan menurut peluang maupun ancaman yang ditemui sesuai dengan fase-fase berikut : pembentukan kelompok kerja, inventarisasi kegiatan, keterlibatan unit kerja dan status kegiatan. Hal tersebut dalam praktiknya didukung oleh konsep-konsep stra-tegi, baik yang klasik (siklus hidup produk dan SWOT), modern (BCG/Shell, A.D. Little, McKinsey, PIMS, SRI dan Porter) dan alternatif (PRECOM) yang dalam implementasinya sangat ditentukan oleh besar-an dimensinya (2-5) atau tema tertentunya.
3. Manajemen Strategik
Manajemen Strategik dalam implementasinya diten-tukan oleh tahapan identifikasi lingkungan (internal dan eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan dan evaluasi strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri dari analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dikenal sebagai SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik dan fungsi) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi, baik secara luas maupun spesifik, seperti:
(a) masuknya pendatang baru (skala ekonomi, diferensiasi produk, persyaratan modal, biaya peralih-an pemasok, akses ke saluran distribusi, kebijakan pemerintah dan lainnya;
(b) ancaman produk peng-ganti (biaya/harga);
(c) kekuatan tawar menawar pembeli (kuantitas, mutu dan ketersediaan);
(d) kekuatan tawar menawar pemasok (dominasi, integrasi dan keunikan);
(e) persaingan konvensional diantara pesaing (posisi dan ketergantungan).

Dalam proses manajemen strategik diperlukan pernyataan-pernyataan yang terkait dengan penetapan visi (jati diri), misi (justifikasi/pembeda) dan tujuan (target/standar) sebagai jawaban terhadap pencanangan strategi yang telah disusun menurut tingkatannya (korporat, bisnis dan fungsional) yang didasarkan pada muatan, konsis-tensi dan keterpaduannya dari suatu kerangka kerja proses pengambilan keputusan organisasi untuk jang-ka panjang. Dalam hal ini, struktur organisasi dengan berbagai bentuknya (sederhana, fungsional, divisional, matriks, unit bisnis strategik berperan pen-ting dalam pencapaian tujuan dari kebijakan yang dibuat.

C. Manfaat Manajemen Stratejik
Dengan menggunakan manajemen strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik.
Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.
Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen strategik, yaitu:
1. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
2. Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
3. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
4. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
5. Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
6. Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
7. Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurangi
8. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.

D. Langkah Dalam Pengembangan Organisasi

Langkah Pertama manajemen perlu secara detail mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan baik langsung maupun tidak langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR), pengujian dan penilaian, proses perencana-an program dan kegiatan, implementasi, pengendalian dan pe-ngawasan.
Langkah Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Ketiga yaitu mencoba mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan diantara output yang dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh organisasi.

E. Tahap-tahap Dalam Manajemen Strategis

Manajemen strategi merupakan sebuah proses yang terdiri dari tiga kegiatan antara lain perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Perumusan strategi terdiri dari kegiatan-kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan Isu perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis apa yang akan dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau diversivikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Keputusan perumusan strategis mengikat suatu organisasi pada produk,pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu. Strategi menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka panjang pada suatu organisasi. Implementasi strategi menuntut perusahaan untuk menetapkan obyektif tahunan, memperlengkapi dengan kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung strategi, menciptakan struktur oragnisasi yang efektif, mengubah arah usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi dan menghubungkan kompensasi karyawan dengan prestasi organisasi. Implementasi strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategis. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan. Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah
1) meninjau factor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang,
2) mengukur prestasi,
3) mengambil tindakan korektif.Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.

Proses manajemen strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang obyektif, logis, sistematis untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi. Proses ini berusaha untuk mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif dengan cara yang memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak menentu. Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi penting untuk membuat keputusan strategis yang baik. Intuisi terutama bermamfaat untuk membuat keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu atau sedikit preseden. Proses manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi seharusnya terus-menerus memonitor peristiwa dan kecenderungan internal dan eksternal sehingga melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi dan globalisasi adalah perubahan eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat dewasa ini. Arus informasi yang cepat menghilangkan batas negara sehingga orang dari seluruh dunia dapat melihat sendiri bagaimana cara hidup orang lain. Dunia menjadi tanpa perbatasan dengan warga Negara global, pesaing global, pelanggan global, pemasok global, dan distributor global.

Keperluan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan menjadikan organisasi mengajukan pertanyaan kunci manajemen strategis seperti : ”Jenis bisnis apa yang harus
kita lakukan? Apakah kita berada di bidang yang tepat? Apakah kita harus mengubah
bentuk bisnis kita? Pesaing baru mana yang masuk dalam industri kita? Strategi apa yang harus kita lakukan? Bagaimana perubahan pelanggan kita? Apakah teknologi baru yang
sedang dikembangkan dapat membuat kita keluar dari bisnis.
BAB III
KESIMPULAN

Sebagai suatu kesatuan dalam sebuah organisasi perlu menerapkan dan mengembangkan kemapuan manajemen internalnya guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengarahkan segenap potensi dan strategi serta taktik yang tepat untuk diaplikasikan.

DAFTAR PUSTAKA

___________________ Arti, Peluang Dan Manfaat Manajemen Strategik
Hartomo, Tommy, Kolonel Ir. ¬___________ Manajemen Stratejik (Berpikir Cerdas, Strategik dan Proses Manajemen) Litbang Pertahanan Indonesia.
Wiweko, Hidayat SE. MSi.____________ Manajemen Stratejik,
Pusat Pengembangan Bahan Ajar­UMB.
_____________________ Manajemen Strategi
Wilfridus B. Elu_____________ Manajemen Strategis Berbasis-Kompetensi :

23 September 2012 Posted by | Pendidikan | Tinggalkan komentar

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGI

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGI
PROGRAM PASKASARJANA (S2) UNIVERSITAS SANG BUMI RUWA JURAI
(Prof.DR.H.A.Fauzie Nurdin.M.S)

1. Apakah Manajemen Strategi itu?
Bagaimana mengoperasionalisasikan Visi dan Misi agar organisasi (tempat kerja saudara) dapat berhasil menerapkanya?
Jelaskan sejak tahap perumusan, implementasi sampai evaluasi!

2. Apakah perbedaan Strategi dengan Taktik!
Apa saja manfaat dan resiko manajemen strategi terkait pemberdayaan organisasi dimana saudara bekerja, Jelaskan!

Definisi Visi, Misi dan Strategi dan Hubungan Perumusan Visi dengan Strategi Perusahaan
(hasil gogling dari http://jurnal-sdm.blogspot.com)

Visi (Vision)
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti :
1. Imagible (dapat di bayangkan).
2. Desirable (menarik).
3. Feasible (realities dan dapat dicapai).
4. Focused (jelas).
5. Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan).
6. Communicable (mudah dipahami).

Visi bagi organisasi atau perusahaan dapat digunakan sebagai:
1. Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan
2. Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya
3. Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan (corporate culture)

Misi (Mission)
Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist / what we believe we can do). Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.
Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)

Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.
Pernyataan misi merupakan sebuah kompas yang membantu untuk menemukan arah dan menunjukkan jalan yang tepat dalam rimba bisnis saat ini. Tujuan dari pernyataan misi adalah mengkomunikasikan kepada stakeholder, di dalam maupun luar organisasi, tentang alasan pendirian perusahaan dan ke arah mana perusahaan kan menuju. Oleh karena itu, rangkaian kalimat dalam misi sebaiknya dinyatakan dalam satu bahasa dan komitmen yang dapat dimengerti dan dirasakan relevansinya oleh semua pihak yang terkait.
Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut ini:
1. Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang menggambarkan organisasi
2. Penyusunan prioritas dan pemfokusan pada kata-kata yang paling penting
3. Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan
4. Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orang kelelahan untuk adu argumentasi berkaitan dengan kata atau fase favorit mereka.

Untuk menjamin bahwa misi yang telah dicanangkan merupakan sebuah misi yang bagus, misi tersebut harus:
1. Cukup luas untuk dapat diterapkan selama beberapa tahun sejak saat ditetapkan
2. Cukup spesifik untuk mengkomunikasikan arah
3. Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan
4. Bebas dari jargon dan kata-kata yang tidak bermakna.

23 September 2012 Posted by | Pendidikan | 1 Komentar

QUALITY EDUCATION

BUILD A QUALITY EDUCATION
IN THE DISTRICT WAY KANAN, LAMPUNG PROVINCE – INDONESIA
(By Wahyudi,S.Pd)
Building a quality education at Way Kanan Regency is an imperative need to be implemented by all components of society that wants progress and changes in the Earth Ramik Ragom this beloved. From the top level leader until a layer of low end should be hand in hand poured all his ideas, energy and constructive ideas, unify and integrate the mission of fission and all differences and diversity toward a common goal of community life is decent, intelligent and qualified.

Quality education is the starting point of an order of social life are highly intelligent and civilized. To achieve such levels of the order of life, it takes a qualified Human Resources and have a superior competence, especially in terms of ability to think and work-oriented thinking and not simply the ability of muscle work, emotional, individualistic and materialistic alone. Thus the restructuring of education absolutely must be done. Education should be geared towards creating a situation so that students can learn and have the ability to think high phases. To achieve these conditions the current educational efforts should emphasize the establishment of student competencies that are preceded by a radical change of the culture of teaching today.

Listening to teach cultural journey that lasted until today, we must feel concerned and need to do in-depth reflection on the middle situasai and conditions experienced by most students when they followed the learning process. Duties of teacher as motivator, facilitator, mentor and coach and giver of affection should not be limited to theoretical jargon that is far from reality. Behold now the teacher’s role is limited to information providers, teachers are often positioned themselves as a resource, the command and transferring knowledge. Even still there are teachers who do not know about the various teaching models, methods and learning strategies. It is rare to encounter a teacher who with all your soul, devoted affection to guide their students seek knowledge, to develop talent and train their students possessed basic skills.
In essence the task of teachers is not to make the students become super great, but more than that a teacher must be willing to accompany and guide the students to grow naturally with great affection. Indeed only the grace of God which will make them become super powerful. So it is clear that the guidance and compassion will be far more meaningful than just pouring the formula and the definition of a student brain memory space. In principle, the learning process is not the same as pouring water into an empty glass, but learning is a process of reconstructing a learning experience to be a root of the concepts that will stick in the brains of students strong and growing as a tree of knowledge of the fertile and fruitful maturity of attitude, intelligence and excellence skill in dealing with various problems of life is increasingly complex.

It’s time to change the culture of teachers teaching with new missions that teachers must understand students’ development and pedagogical concepts, teachers must be able to place a variety of substantive differences in experiential learning, language and cultural differences, learning styles, talents and intelagensi as the basis to implement various teaching strategies. That requires teachers with superior characteristics so that he will be able to carry out his new mission in education. In order to get teachers with superior characteristics must start the process of prospective teacher education, teacher recruitment and quality control and supervision to teachers in implementing jabatanya as educators.

Teacher as a pedestal creation of quality education must always develop the ability and keprofesionalanya. Quality education starts from a qualified teacher. Teacher quality is the teacher who always reflect on what has been dilakukanya during the learning process and make improvements and develop innovative ideas in education.

Teachers as part of the scientific community must also always actively developing keilmuanya through self-development in every seminar, workshop and education and training. In addition, teachers also have to apply their knowledge in service to the scientific community through scientific research as mandated by the government in the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform No. 16 of 2009 and the Joint Regulation of the Minister of National Education and the Head of State Civil Service Agency No. 03 / V / PB/2010 and No. 14 of 2010 dated May 6, 2010. This regulation is required for teachers who will propose a promotion from Group III.b should do scientific research as outlined in the form of scientific papers, this is where the ability of teachers tested, up to where kebermutuan a teacher? Actually this is can we learn from the fact that many teachers who have classes IV.A kegolongan but can not rise higher because one persyaratanya is to develop scientific work, this is evidence that many teachers who have improved their quality.

Way Kanan regency government policies in improving the quality of primary school teachers by providing access and facilities and allocation of funds has been very precise. The teachers have been given the opportunity to continue learning up to level strata S1. Just how the teachers mensikapi this extraordinary policy, again the intention and ability of teachers themselves are tested, what they get through the S1 level of education? Do Science? Or just a piece of a diploma?

Restructuring in the field of education to create quality education can be done through a rigorous selection of prospective teachers, prospective teachers recruited should really have a high intelligence that can be known from the results of academic tests, announced in a transparent manner to the public. Academic tests and performance tests on a regular basis can also be applied to teachers who are civil servants have to know the extent to which development and academic progress so that the function of control and quality control to function properly.

Improved well-being or increasing teacher salaries is one of the factors that influence the quality of education, many people argue that teachers’ salaries are small cause to be lazy. This opinion is not entirely correct and can not be generalized, because in fact there are teachers who have a high spirit of devotion that even though his salary has been reduced to installment loans on the bank. Conversely there is also a teacher with a huge income just lazy busy to teach because of his personal business.
The other thing we should look at is the understanding of teachers in the curriculum, many teachers who complain every time the birth policy change curriculum, but curriculum change is the refinement and adjustment of education to the advancement of information technology and social change in a dynamic global society. There is also a teacher who considers curriculum change is just change the terms, format and textbooks as well as the composition of subjects. Teachers should respond to changes in curriculum as a change and improve the quality of behavior, attitude, mental, procedures, methods, techniques and models disajikanya learning to students towards the better. This is our common duty to build awareness of teachers in the face and respond to each change.

This is the dynamics of the education that we should examine in an effort to build a quality education in this beloved Earth Ramik Ragom. The participation of all levels of society, policy makers, implementers and supervise the application of the policy is decisive for the success and improvement of educational quality. All elements of society involved in education, must be proactive and have a high concern, responsible and have a full awareness of their duties and functions of each. With the intention of sincerity and sincerity and hard work, surely the aspiration to build a quality education at Way Kanan district will soon be realized.

12 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG BERMUTU

MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG BERMUTU DI BUMI RAMIK RAGOM
(KABUPATEN WAY KANAN PROPINSI LAMPUNG)
(oleh Wahyudi,S.Pd)

Membangun pendidikan yang bermutu di Kabupaten Way Kanan adalah sebuah keharusan yang mendesak untuk dilaksanakan oleh segenap komponen masyarakat yang menginginkan kemajuan dan perubahan di Bumi Ramik Ragom tercinta ini. Dari tataran top leader hingga lapisan low end harus bahu membahu mencurahkan segenap pemikiran, tenaga dan ide-ide konstruktif, menyatukan fisi dan misi serta memadukan segenap perbedaan dan keanekaragaman menuju satu tujuan bersama yaitu kehidupan masyarakat yang layak, cerdas dan bermutu.

Pendidikan yang bermutu adalah titik tolak sebuah tatanan kehidupan bermasyarakat yang cerdas dan berperadaban tinggi. Untuk mencapai tingkat tatanan kehidupan yang demikian, dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang bermutu dan memiliki kompetensi unggulan, terutama dalam hal kemampuan berfikir dan berorientasi kepada kerja pikiran dan bukan semata kemampuan kerja otot, emosional, individualistis dan materialistik semata. Dengan demikian restrukturisasi pendidikan mutlak harus dilakukan. Pendidikan haruslah diarahkan pada upaya menciptakan situasi agar siswa mampu belajar dan memiliki kemampuan berfikir tahap tinggi. Untuk mencapai kondisi tersebut pendidikan saat ini haruslah menekankan pada upaya pembentukan kompetensi siswa yang didahului oleh perubahan radikal atas budaya mengajar saat ini.

Menyimak perjalanan budaya mengajar yang berlangsung hingga saat ini, patutlah kita merasa prihatin dan perlu melakukan refleksi yang mendalam atas situasai dan kondisi yang tengah dialami sebagian besar peserta didik pada saat mengikuti proses pembelajaran. Tugas guru sebagai pemberi motivasi, pendamping, pembimbing dan pelatih serta pemberi kasih sayang jangan sampai hanya sebatas jargon teoritik yang jauh dari kenyataan. Sesungguhnya saat ini peran guru masih sebatas pemberi informasi, guru seringkali memposisikan diri sebagai nara sumber, pemberi perintah dan pentransfer ilmu pengetahuan. Bahkan masih ada guru yang tidak tahu tentang berbagai model pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran. Sudah jarang kita jumpai seorang guru yang dengan segenap jiwa raga, mencurahkan kasih sayang untuk membimbing siswanya mencari pengetahuan, mengembangkan bakat dan melatih keterampilan dasar yang dimiliki siswanya.
Pada hakekatnya tugas guru bukan membuat para siswa menjadi super hebat, tetapi lebih dari pada itu seorang guru haruslah ikhlas mendampingi dan membimbing para siswa agar tumbuh secara alami dengan penuh kasih sayang. Sesungguhnya hanya anugrah dari Tuhan yang akan membuat mereka menjadi super hebat. Jadi jelaslah bahwa bimbingan dan kasih sayang akan jauh lebih bermakna daripada sekedar menuangkan rumus dan definisi pada sebuah ruang memori otak siswa. Pada prinsipnya proses belajar tidaklah sama dengan mengucurkan air kedalam gelas yang kosong, tetapi belajar merupakan proses merekonstruksi sebuah pengalaman belajar menjadi sebuah akar konsep-konsep yang akan melekat kuat pada otak siswa dan tumbuh sebagai pohon pengetahuan yang subur dan berbuah kematangan sikap, keunggulan intelegensi dan keterampilan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan yang semakin komplek.

Sudah saatnya guru merubah budaya mengajar dengan misi baru yaitu guru harus memahami perkembangan siswa dan berbagai konsep pedagogik, guru harus mampu menempatkan berbagai subtansi perbedaan pengalaman belajar, perbedaan bahasa dan budaya, gaya belajar, bakat dan intelagensi sebagai dasar dalam melaksanakan berbagai strategi pengajaran. Untuk itu dibutuhkan guru dengan karakteristik unggul sehingga ia akan mampu melaksanakan misi barunya dalam pendidikan. Guna mendapatkan guru dengan karakteristik unggul haruslah dimulai dari proses pendidikan calon guru, rekrutmen guru maupun kendali mutu dan pengawasan kepada guru dalam melaksanakan jabatanya sebagai tenaga pendidik.

Guru sebagai tumpuan terciptanya pendidikan yang bermutu harus selalu mengembangkan kemampuan dan keprofesionalanya. Pendidikan yang bermutu diawali dari guru yang bermutu. Guru yang bermutu adalah guru yang selalu melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilakukanya pada saat proses pembelajaran dan melakukan perbaikan serta mengembangkan ide-ide inovatif dibidang pendidikan.

Guru sebagai bagian dari masyarakat ilmiah harus pula selalu aktif mengembangkan keilmuanya melalui pengembangan diri dalam setiap seminar, workshop dan pendidikan serta pelatihan. Selain itu guru juga harus menerapkan ilmunya dalam pengabdian kepada masyarakat ilmiah melalui penelitian-penelitian ilmiah seperti yang diamanatkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010. Dalam peraturan tersebut disyaratkan bagi guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat mulai dari Golongan III.b harus melakukan penelitian ilmiah yang dituangkan dalam bentuk karya ilmiah, disinilah kemampuan guru diuji, sampai dimanakah kebermutuan seorang guru? Sebenarnya hal ini sudah dapat kita pelajari dari kenyataan bahwa banyak guru yang sudah golongan IV.a namun tidak dapat naik kegolongan yang lebih tinggi karena salah satu persyaratanya adalah menyusun karya ilmiah, inilah bukti bahwa masih banyak guru yang harus ditingkatkan lagi mutunya.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Dalam meningkatkan mutu guru Sekolah Dasar melalui penyediaan akses dan fasilitas serta alokasi dana sudah sangat tepat. Para guru telah diberi kesempatan untuk melanjutkan belajar hingga jenjang strata S1. Tinggal bagaimana para guru mensikapi kebijakan yang luar biasa ini, lagi-lagi niat dan kemampuan guru itu sendiri yang diuji, apa yang mereka dapatkan melalui pendidikan jenjang S1? Ilmu kah? Ataukah hanya selembar ijazah?

Restrukturisasi dibidang pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dapat dilakukan melalui seleksi yang ketat pada calon guru, calon guru yang direkrut haruslah benar-benar memiliki kecerdasan tinggi yang dapat diketahui dari hasil tes akademik yang diumumkan secara transparan kepada masyarakat. Tes akademik dan tes performance secara berkala juga dapat diterapkan pada guru yang telah berstatus PNS guna mengetahui sejauh mana perkembangan dan kemajuan akademiknya sehingga fungsi kontrol dan kendali mutu dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Perbaikan kesejahteraan atau peningkatan gaji guru merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi mutu pendidikan, banyak kalangan berpendapat bahwa gaji yang kecil menyebabkan guru menjadi malas. Pendapat ini tidaklah sepenuhnya benar dan tidak dapat digeneralisasi, karena pada kenyataanya masih ada guru yang memiliki semangat pengabdian yang tinggi walaupun gajinya telah berkurang untuk angsuran pinjaman pada bank. Sebaliknya ada pula guru dengan penghasilan besar justru malas mengajar karena sibuk mengurusi bisnis pribadinya.
Hal lain yang patut kita cermati adalah pemahaman guru pada kurikulum, masih banyak guru yang mengeluh setiap kali lahir kebijakan pergantian kurikulum, padahal pergantian kurikulum adalah penyempurnaan dan penyesuaian dunia pendidikan terhadap kemajuan teknologi informasi dan perubahan tatanan sosial masyarakat global yang dinamis. Ada pula guru yang menganggap perubahan kurikulum hanyalah sekedar perubahan istilah, format dan buku pelajaran serta susunan mata pelajaran. Seharusnya para guru menyikapi perubahan kurikulum sebagai perubahan dan peningkatan kualitas prilaku, sikap, mental, tata cara, metode, teknik dan model pembelajaran yang disajikanya kepada peserta didik kearah yang lebih baik. Inilah tugas bersama kita untuk membangun kesadaran guru dalam menghadapi dan merespon setiap perubahaan.

Inilah dinamika dunia pendidikan yang patut kita cermati dalam usaha membangun pendidikan yang bermutu di Bumi Ramik Ragom tercinta ini. Peran serta segenap lapisan masyarakat, pembuat kebijakan, pelaksana dan pengawasan terhadap aplikasi kebijakan sangatlah menentukan bagi keberhasilan dan peningkatan mutu pendidikan. Semua elemen masyarakat yang terlibat dalam dunia pendidikan, haruslah proaktif dan memiliki kepedulian yang tinggi, bertanggung jawab serta mempunyai kesadaran penuh akan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dengan niat yang ketulusan serta keikhlasan dan kerja keras, niscaya cita-cita untuk membangun pendidikan yang bermutu di Kabupaten Way Kanan akan segera terwujud.

12 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

DIATAS GARIS MENGINTIP DUNIA

Mengintip Dunia yang masih terlelap dari sela-sela jendela kamarnya
Lihat, tak terlalu nyenyak dia
Tubuhnya mulai resah tanda tidur tak lagi purna
Sesekali ia menggeliat manja

Bukan tanpa niat aku mengintipnya pagi ini, sebelum aku mencumbunya habis-habisan siang nanti
Agar cepat tanganku kala menyibak setiap helai bajunya
Harap tak sesat gerakku dalam setiap inci tubuhnya

Kulihat wajah cantik Dunia tak lagi tenang di akhir masa tidurnya
Rencana kerja hari ini sepertinya mendahului dan merasuk ke dalam mimpi pagi
Dahinya yang mulus sesekali mengerut seperti sedang berpikir
Sedangkan sisa pergumulan kemarin belum juga pudar

Di bawah sadar, ujung pakaiannya sedikit tersingkap
birahiku perlahan naik
Kupandangi. Ada perasaan tegang, senang, lucu, bingung bahkan ngeri
Tak sabar rasanya ingin segera siang untuk menjamah tubuh yang terpampang itu
Terus kupandangi ia

Di timur fajar jadi mentari, mentari tumbuh jadi matahari
Dunia menggeliat panjang, matanya terbuka
Memicing menahan silau matahari yang ikut mengintip dari celah yang sama
Perlahan ia mengucek mata dengan punggung tangannya
Bangun,pandangannya berputar ke sekeliling kamar
Mungkin ia merasa ada jika yang memerhatikannya

Takut ketahuan, aku pergi perlahan dengan langkah berjingkat
Setelah aman segera ku ambil langkah seribu, meninggalkan halaman samping rumahnya itu dengan bekas tapak sendalku

Cepat mandi dan tak lupa menghabiskan kopi
cigaret tak lepas dari jepitan jari
semprot sana-sini biar wangi dan Pergi untuk menemui Dunia di luar sana

Aku datang Dunia..!!

Sudah ku tahu titik panas tubuh mu
Tunggu Dunia, kan kugenggam kau hari ini
Semoga kau dan yang lain tak tahu ku telah mengintipmu pagi tadi

Aku pergi, Siap untuk mencumbumu dengan langkah terayun menggebu
Persetan orang-orang lain yang juga jatuh cinta pada kemolekanmu
Mereka tentu harus bersaing denganku yang memujamu

Tunggu saat kita menjadi satu raga duhai belahan jiwa
Terus membara tak padam hingga lelah mendera, sampai waktu lelap tiba.
Sampai kita sadar ada sebuah batas tenaga….

Saat tidurku pun hanya untuk menjalani sebuah bagian dari budaya malam. Bahkan mimpiku pun penuh oleh mu, Dunia.

Esok aku pastikan tak kesiangan untuk mengintipmu lagi dan lagi….Sebelum kembali mencumbumu…, Dunia.

Tangerang, 15 Oktober 2009 (ditulis oleh Suriyanto Bari)

TENGAH MALAM DENGAN SISA HUJAN
Entah harus bagaimana lagi harus kubahasakan cinta kepada malam
Kepada sore telah kujanjikan
Ditengahnya telah aku buktikan
Sementara esok subuh sepertinya masih tanda tanya yang dia ragukan
Dengan kata yang ia guratkan
Dalam puisi yang ia tuliskan

Harus dengan apalagi kulawan dingin hujan
Meski kuyup seluruh badan
Walau gigil mengerutkan tulang
Aku mencoba tersenyum hangat, meski kadang terdiam
Dengan sigeret yang kau sulutkan
Tenggelam di dasar kopi pahit yang kau buatkan

Malam ini hujan
Dingin semakin tajam
Aku tetap memeluknya
Dengan kuyup aku tersenyum, terpejam
(deden rachman blog’s)

KATA CINTA KHALIL GIBRAN
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…” (Kahlil Gibran)

“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang” (Kahlil Gibran)

“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…” (Kahlil Gibran)

“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan” (Kahlil Gibran)
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…” (Kahlil Gibran)
“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang” (Kahlil Gibran)

“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya” (Kahlil Gibran)

“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman” (Kahlil Gibran) (rahmadku.tripod.com)

19 November 2010 Posted by | Uncategorized | | 6 Komentar

SAJAK SEBATANG LISONG


Sajak Sebatang Lisong karya WS Rendra

Menghisap sebatang lisong
Melihat Indonesia Raya
Mendengar 130 juta rakyat
Dan di langit
Dua tiga cukong mengangkang
Berak di atas kepala mereka

Matahari terbit
Fajar tiba
Dan aku melihat delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan

Aku bertanya
Tetapi pertanyaan – pertanyaanku
Membentur meja kekuasaan yang macet
Dan papan tulis – papan tulis para pendidik
Yang terlepas dari persoalan kehidupan

Delapan juta kanak – kanak
Menghadapi satu jalan panjang
Tanpa pilihan
Tanpa pepohonan
Tanpa dangau persinggahan
Tanpa ada bayangan ujungnya

Menghisap udara
Yang disemprot deodorant
Aku melihat sarjana – sarjana menganggur
Berpeluh di jalan raya
Aku melihat wanita bunting
Antri uang pensiunan

Dan di langit
Para teknokrat berkata :

Bahwa bangsa kita adalah malas
Bahwa bangsa mesti dibangun
Mesti di up-grade
Disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung – gunung menjulang
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
Protes – protes yang terpendam
Terhimpit di bawah tilam

Aku bertanya
Tetapi pertanyaanku
Membentur jidat penyair – penyair salon
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan
Sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
Dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
Termangu – mangu di kaki dewi kesenian

Bunga – bunga bangsa tahun depan
Berkunang – kunang pandang matanya
Di bawah iklan berlampu neon
Berjuta – juta harapan ibu dan bapak
Menjadi gemalau suara yang kacau
Menjadi karang di bawah muka samodra

Kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
Diktat – diktat hanya boleh memberi metode
Tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
Kita mesti keluar ke jalan raya
Keluar ke desa – desa
Mencatat sendiri semua gejala
Dan menghayati persoalan yang nyata

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat
Apakah artinya kesenian
Bila terpisah dari derita lingkungan
Apakah artinya berpikir
Bila terpisah dari masalah kehidupan

………………………………….

14 April 2010 Posted by | Air Mata Rakyat, Pendidikan, Perahu negeriku, Profil Rakyat, Seni Budaya Sastra | | 4 Komentar

ADVANTAGES OF METHOD EXPERIMENTS

ADVANTAGES OF USING EXPERIMENTS
Experimental methods are presented in the learning of teachers will bring a positive impact on student success in mastering knowledge. Some of the profits if the learning is presented with experimental methods, among others:
1. Students acquire knowledge through learning experience, not merely verbal info from the teacher.
2. Students’ knowledge gained will be more understanding and not just a memory or
rote.
3. Students will be more skilled to conduct investigations, solve practical problems and
prove the theoretical assumptions.
4. Will form a scientific attitude in students so that students will have a tenacious personality
and resilient to face future life.

PBM THROUGH USE OF THE ENVIRONMENT IN THE EXPERIMENT METHOD
The measures that can be done on teaching and learning process teachers in utilizing the environment by using experimental methods, among others:
1. Determining the right environment with the Basic Competency and Indicator
2. Teacher observation instrument set
3. Students make observations of the environment
4. Discussion on the observation of some facts and problems
5. Formulate hypothesis to prove the data or to solve problems.
6. Perform experiments / experiments to test the hypothesis or prove a data / facts or
to solve a problem.
7. Summarize the results of an experiment / experiment

Basically, all the environmental conditions can be made and included in the teaching and learning process by using the experimental method because, in principle, the environment is a collection of data and facts that can be tested by experiment / experiment.

Experimental method can be applied not only in sciences excat but can also be applied to the science-social ulmu. In practice the experimental method is not only limited to the scope of the laboratory course but can also be practiced in the surrounding nature as a vast natural laboratory. (This article is an understanding of the ideas or opinions of the authors of the experimental method, if there are mistakes please improvement from readers)

12 April 2010 Posted by | Pendidikan | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.