Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

HASIL REVISI KURIKULUM 2013

Hasil Revisi Kurikulum 2013 edisi final 2016 (kurikulumnasional. net)
Revisi K13 ini diyakini sudah final.
Sistem Penilaian dalam Kurikulum 2013 akan mengalami perubahan kembali, dari sistem satuan (1 – 4) dikembalikan menjadi puluhan (0 – 100) seperti pada sistem sebelumnya. Ini disebabkan karena banyaknya aduan dari Orang Tua Wali murid yang sulit mengerti dengan sistem Penilaian yang dilakukan seperti di Perguruan Tinggi.

Beberapa Perubahan Penilaian dalam K13 yang akan diterapkan dalam tahun ini antara lain :

  1. Penilaian Sikap
  2. Ketuntasan Belajar
  3. Mekanisme dan Prosedur
  4. Pengolahan
  5. Laporan Hasil Belajar

Konsep Penilaian 
Tujuan penilaian:
Formatif(membentuk karakter dan perilaku, menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat); diagnostik(melihat perkembangan peserta didik dan feedback-koreksi pembelajaran), dan mengukur achievement/capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai:

  • Pengetahuan
  • Keterampilan dan
  • Sikap dan perilaku (attitude and behavior pembiasaan dan pembudayaan)

Proses penilaian: lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian

Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessmet for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Penilaian Untuk, Sebagai dan Atas Pembelajaran
Pengertian Penilaian Autentik
Penilaian Autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya

Tujuan Penilaian Authentic

  1. Menjadikan siswa pembelajar yang berhasil menguasai pengetahuan
  2. Melatih ketrampilan siswa menggunakan pengetahuannya dalam konteks kehidupannya
  3. Memberi kesempatan siswa menyelesaikan masalah nyata
  4. Prinsip Penilaian
  5. Mendorong siswa berpikir krirtis dan menerapkan pengetahuan
  6. Mengukur capaian kompetensi siswa
  7. Penilaian berdasar kriteria (criterion-referenced)
  8. Berkelanjutan, untuk perbaikan dan peningkatan
  9. Analisa untuk tindak lanjut pembelajaran
  10. Sesuai pengalaman belajar siswa
  11. Prinsip Khusus Penilaian Authentic
  12. Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.
  13. Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.
  14. Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.
  15. Berbasis kinerja peserta didik.
  16. Memotivasi belajar peserta didik.
  17. Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik.
  18. Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya.
  19. Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  20. Mengembangkan kemampuan berpikir divergen.
  21. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
  22. Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.
  23. Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.
  24. Terkait dengan dunia kerja.
  25. Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.
  26. Menggunakan berbagai cara dan instrumen.
  27. Tujuan Penilaian
  28. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik bertujuan untuk:

Formatif (membentuk karakter dan perilaku, menjadikan pembelajar sepanjang hayat – to drive learning, terampil),
Diagnostik (melihat perkembangan siswa dan feedback-koreksi pembelajaran), serta
Achievement (mengukur capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran

Prinsip-prinsip Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilakukan terhadap penguasaan tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran. Jadi bukan KOMPETISI
Penilaian kompetensi merupakan penilaian DISKRIT bukan KONTINU
Penilaian DISKRIT pada skala 0 – 100
Penilaian dalam bentuk deskripsi dengan klasisfikasi: tidak/atau kurang kompeten, cukup kompeten, kompeten, sangat kompeten

Kriteria Ketuntasan
Penilaian berdasarkan Acuan Kriteria: penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.
Ketuntasan kompetensi sikap dalam bentuk deskripsi minimal Baik.
Skor rerata untuk ketuntasan kompetensi pengetahuan ditetapkan minimal 60.
Capaian optimum untuk ketuntasan kompetensi keterampilan ditetapkan minimal 60.
Sekolah dapat menentukan batas ketuntasan diatas standar dengan mempertimbangkan aspek-aspek tertentu sesuai dengan karakteristik dan potensi sekolah
Nilai pengetahuan dan keterampilan menggunakan angka 0 – 100. (tanpa dilengkapi dengan predikat D-A )
Penyempurnaan pada Penilaian Kelas

Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan observasi yang dituangkan dalam catatan guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas yang berupa catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan.

Dalam pelaksanaan penilaian sikap diasumsikan setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik, sehingga jika tidak dijumpai perilaku yang sangat baik atau kurang baik maka nilai sikap peserta didik tersebut dianggap sesuai dengan indikator yang diharapkan.

Penilaian diri dan penilaian antar teman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.

Penilaian Sikap

Penilaian Sikap adalah penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran, di dalam kelas, dan di luar kelas untuk menumbuhkembangkan sikap, perilaku dan karakter setiap peserta didik.
Penilaian sikap Spiritual dilakukan dalam rangka membentuk sikap siswa agar mampu menghargai, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Penilaian sikap Sosial dilakukan utk membentuk sikap sosial siswa yang mampu menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam dimana mereka berada

ALUR PENILAIAN SIKAP
Langkah-langkah membuat rekapitulasi penilaian kompetensi sikap selama satu semester:

  • Guru MP, wali kls, dan BK melakukan penilaian sikap selama pembelajaran melalui pengamatan dengan mencatat setiap kejadian yang menonjol
  • Catatan hasil pengamatan sikap yang dilakukan oleh guru MP , wali kls, dan BK serta hasil catatan penilaian diri dan antar teman dikelompokkan ke dalam kompetensi sikap spiritual dan kompetensi
  • sikap sosial.
  • Buat deskripsi pada kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial yang sesuai dengan pencapaian peserta didik berdasarkan catatan observasi.
  • Deskripsi pada kompetensi sikap ditulis dengan kalimat positif berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan) aspek yang menonjol.
  • Deskripsi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial yang belum mencapai kriteria (indikator) dideskripsikan sebagai aspek yang perlu pembimbingan.
  • Deskripsi sikap setiap siswa oleh guru MP diserahkan ke wali kelas
  • Wali kelas mengolah deskripsi setiap siswa asuhnya untuk menjadi deskripsi sikap akhir
  • Wali kelas menulis deskripsi sikap setiap siswa pada rapor

15 Mei 2016 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

AKUN GTK DAPODIKDAS 410 CARA MEMBUATNYA

Salah satu pembaharuan pada aplikasi dapodikdas versi 410 adalah disediakanya menu pembuatan akun GTK. Akun GTK ini kabarnya akan digunakan masing-masing GTK untuk melakukan cek data GTK pada info GTK.

Adapun cara membuat akun GTK yaitu melalui aplikasi dapodikdas

Masing-masing GTK harus memiliki email yang masih aktif dan telah di entri pada aplikasi dapodik

Pada aplikasi dapodikdas klik menu PTK lalu klik Penugasan, pada menu penugasan ini dibagian kiri bawah terdapat tab “Buat/Ubah akun PTK”

Klik tab buat akun PTK lalu PTK yang bersangkutan memasukkan password pribadi PTK, setelah itu klik simpan. (Lihat Gambar di bawah)

Selesai..

ak1

ak21

20 Januari 2016 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

ERROR 500 CARA MENGATASINYA

Cetak kode register, maka akan muncul

errr1

Kemudian Cetak Formuir, maka akan muncul ERROR 500

errr2

Jika di perhatikan pada lingkaran nomor pada gambar pertama berbeda dengan nomor pada gambar kedua dalam lingkaran, Inilah penyebabnya mengapa bisa menjadi errorr 500

SOLUSINYA

Copy Nomor pada gambar pertama kemudian paste replace pada gambar kedua lalu tekan ENTER

Dan hasilnya ,,,,,,,jreng,,,,,Selamat mencoba,,,,

6 September 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

MISKONSEPSI IPA SD PADA MATERI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN

Dalam mencapai Kompetensi Dasar mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewa sering kita harus menyajikan contoh-contoh perkembangbiakan pada tumbuhan. Beberapa konsep terkait perkembangbiakan pada tumbuhan telah dapat kita sajikan secara tepat. Banyak diantara kita dan juga beberapa buku yang beredar menjelaskan bahwa menyambung (enten) dan menempel (okulasi) termasuk dalam cara perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan, sama dengan mencangkok dan stek. Apabila kita mengkaji lebih dalam tentang makna dan ciri berkembangbiak maka menjadi jelas bagi kita bahwa menyambung dan menempel sangat berbeda dengan mencangkok dan stek.
Marilah diskusi ini kita awali dengan memahami makna berkembang biak dan ciri utamanya.  Berkembangbiak mempunyai ciri utama bertambah jumlah. Namum, pernyataan “bertambah jumlah” saja sebagai ciri utama berkembangbiak tampaknya belum cukup, karena masih dapat terbantahkan oleh ilustrasi berikut ini. Pada awalnya kita mempunyai 2 ekor ayam yang terdiri dari seekor ayam jantan dan seekor ayam betina. Lalu kita pergi ke pasar dan membeli 3 ekor ayam lagi. Ayam-ayam yang kita beli dari pasar tersebut kita jadikan satu kandang dengan 2 ekor ayam yang semula sudah kita punyai. Nah, jadi berapa ekor ayam kita? Lima ekor bukan? Bertambah jumlah bukan? Apakah dapat kita katakan bahwa ayam kita berkembangbiak? Tentu saja tidak! Oleh sebab itu pernyataan “bertambah jumlah “ harus kita lengkapkan menjadi “bertambah jumlah dari sepasang atau satu induk.” Bertambah jumlah dari sepasang induk apabila perkembangbiakannya secara generatif dan bertambah jumlah dari satu induk apabila perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif. Jadi apabila kita menyatakan bahwa sesuatu berkembangbiak maka ciri atau tanda utamanya adalah jumlah individunya harus bertambah.
Marilah kita meninjau tentang cara menyambung dan menempel.  Menyambung dilakukan dengan menyatukan dua potong batang atau cabang dua tanaman yang mungkin berbeda sifat-sifatnya namun satu spesies atau yang berkerabat dekat. Selanjutnya sambungan ditaman dan dirawat supaya tumbuh menjadi suatu tanaman yang subur.
Apakah tindakan menyambung seperti seperti telah dijelaskan itu menambah jumlah individu? Saya rasa tidak, justru jumlahnya berkurang, karena dari dua potong kita sambung menjadi satu potong. Apakah menyambung termasuk cara perkembangbiakan? Anda tentu dapat memutuskan sendiri!
Menyambung dilakukan orang dalam rangka memperbaiki kualitas suatu tanaman. Kita dapat menyambung dua cabang mangga, dengan cabang  bawah berasal dari spesies mangga yang kuat perakarannya tetapi buahnya kecil dan masam. Sedangkan cabang atas berasal dari spesies mangga yang perakarannya lemah tetapi buahnya besar dan manis. Harapan kita adalah akan diperoleh mangga yang akarnya kuat dengan buah besar dan manis.
Menempel juga dilakukan orang dengan tujuan memperbaiki kualitas. Menempel dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari suatu tanaman tertentu, lalu menempelkan mata tunas tersebut pada batang atau cabang tanaman lain yang sama spesiesnya atau yang kekerabatannya relatif dekat. Denga cara demikian diharapkan kita memperoleh tanaman dengan sifat-sifat seperti yang kita inginkan.
Sama dengan menyambung, penempelan mata tunas individu tumbuhan yang satu ke individu tumbuhan lainnya tidak menambah jumlah individu tersebut, jadi dalam hal ini menyambung (enten) maupun menempel (okulasi)  tidak termasuk dalam perkembangbiakan makhluk hidup.
Supaya kita menjadi lebih jelas marilah kita renungkan kembali cara mencangkok dan stek pada tanaman. Mencangkok lazimnya dilakukan untuk mengembangbiakkan tanaman yang batangnya berkayu. Biasanya kita pilih cabang atau batang dengan ukuran dan usia tertentu, lalu kita kupas bagian kulitnya dengan panjang sekitar 5 sampai 10 cm. Ruas batang atau cabang yang sudah tidak berkulit tersebut selanjutnya kita hilangkan bagian pembuluh tapisnya (floem) dengan cara mengeroknya. Hal ini bertujuan supaya hasil-hasil fotosintesis terhenti pada bagian atas sayatan batang dan akhirnya dapat menumbuhkan akar. Selanjutnya bagian ruas yang tidak berkulit dan tidak berpembuluh tapis tersebut kita balut dengan tanah subur atau humus, selanjutnya kita bungkus dengan pembungkus yang dapat menyerap air seperti sabut kepala atau plastik yang berlubang-lubang dan diikat bagian ujung dan pangkalnya supaya tidak lepas. Ruas batang tersebut kita siram dengan cukup. Atas ijin Allah, beberapa minggu lagi akan muncul akar pada batang tersebut. Selanjutnya cabang atau batang yang sudah keluar akarnya tersebut kita potong dan kita tanam di tanah yang subur. Maka atas ijin Allah tumbuhlah individu baru yang berasal dari satu induk. Dan sangat mudah kita pahami bahwa tindakan mencangkok tersebut menambah jumlah individu. Jadi tidak meragukan lagi bahwa mencangkok memang salah satu cara kembangbiak secara vegetatif.
Stek pada tanaman lazim kita lakukan pada berbagai jenis tumbuhan seperti ketela pohon, mawar dan bougenvil. Kita pilih batang atau cabang dengan ukuran dan usia tertentu. Selanjutnya batang atau cabang tersebut kita potong yang pada potongan batang atau cabang tersebut terdapat satu atau lebih mata tunas. Potongan cabang atau batang tersebut selanjutnya kita tanam pada tanah yang subur. Dalam waktu beberapa minggu atas ijin Allah, tanaman baru akan muncul. Sehingga jumlah tanaman akan bertambah dan kita tidak ragu-ragu bahwa stek merupakan salah satu cara kembangbiak secara vegetatif.
Berbeda dengan mencangkok dan stek yang memang menambah jumlah individu, maka kedua teknik ini merupakan cara perkembangbiakan. Karena pada proses bertambahnya jumlah individu tersebut hanya diperlukan satu induk saja maka disebut perkembangbiakan secara vegetatif. Dalam proses mencangkok dan stek itu sendiri diperlukan bantuan atau campur tangan manusia, maka mencangkok dan stek merupakan cara perkembangbiakan vegetatif buatan. (http://anik-sriwahyuni.blogspot.com/)

18 Juni 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

CARA DAFTAR AKUN OPERATOR SEKOLAH DI SITUS PDSP (CARA UPLOUD SK OPS)

CARA DAFTAR AKUN OPERATOR SEKOLAH DI SITUS PDSP

  1. Buat SK OPS gunakan kertas A4 lalu SCAN dalam format PDF
  2. Buka http://sdm.data.kemdikbud.go.id
  3. Klik menu “Registrasi Anggota” lalu pilih “Operator Sekolah”
  4. Isi semua kolom pendaftaran yang muncul
  5. Pada kolom Surat Penugasan klik “Browser” lalu klik hasil Scan SK OPS
  6. Setelah semua kolom terisis klik “Registrasi”
  7. Tunggu beberapa hari kemudian cek apakah registrasi anda sudah di approve admin.
  8. Apakah pendaftaran Anda berhasil, bisa dicek pada http://sdm.data.kemdikbud.go.id/index.php?r=pegawai/cekAktivasi
  9. Jika muncul peringatan “GAGAL” Jangan panik, santai aja…sediakan kopi panas kalau perlu campur susu tapi jangan sama kalengnya….upppps jangan langsung diminum kalau masih panas hehheheee.
    1. Baca peringatan wana merah lalu catat email user yang tampil. Anda bisa langsung “Login” dengan klik menu “Login” pada pojok kanan atas dengan mengisikan email yang barusan anda catat dan passwordnya adalah sama dengan password aplikasi dapodikdas sekolah anda. (OM YUDI)

26 Mei 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

CARA MENGELUARKAN BATU EMPEDU TANPA OPERASI

MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH dengan APEL
(English Version: Dr Lai Chiu Nan Gallstones natural )
remedy oleh Dr Lai Chiu-Nan. Sumber sumansutra. wordpress. com

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr.Chiu-Nan.

“Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, aduklah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir teh minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut Dr. Chiu-Nan. “Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Komentar Suman:

Tidak ada salahnya kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita, meskipun tidak ada keluhan penyakit kandung empedu. Lagipula, bahan-bahan yang dianjurkan tidak merusak kesehatan, apel, garam inggris, minyak zaitun dan jeruk. Dan berikut, adalah yang saya alami sendiri.

1. Pilih apel yang disukai, jenis boleh apa saja, cuma saya senang yang garing dan tidak terlalu manis. Jadi, waktu itu saya makan Apel Newzealand yang tidak terlalu besar dan lebih garing dibandingkan apel RRC yang besar dan manis.

2. Makan apel selama 5 hari berturut-turut dan setiap hari sebanyak 5 buah, boleh siang dan malam
sebaiknya kulit apel dibuang karena ada lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida. Makan tetap seperti biasa, karena saya vegetarian, jadi saya tidak mengonsumsi daging selama memakan apel tsb. Ada baiknya juga selama makan apel tsb, kita berhenti dulu mengonsumsi daging dan produk hewani lainnya. Karena vegetarian juga baik untuk kesehatan.

3. Garam Inggris bisa beli di apotik seharga Rp 2.500 per bungkus kecil. Satu bungkus cukup. Hanya tertulis di artikel garam Inggris bahwa sebaiknya tidak dikonsumsi oleh yang menderita penyakit ginjal. Minum dua kali sesuai anjuran pada hari ke-6. Pada hari ke-6 ini, perut saya mulai terasa mulas dan sudah tidak selera makan dari pagi, jadi sekalian saya puasa dan hanya sempat makan sekeping roti pada siang harinya. Anjurannya sih hanya jangan makan malam. Dan minum garam Inggris pada jam 6 sore dengan mencampur 1 sendok teh diaduk 1 gelas air hangat. Diulang lagi jam 8 malam, 1 sendok teh garam Inggris diaduk dengan 1 gelas air hangat. Minum sekaligus. Rasanya tawar saja, tidak asin seperti garam biasa.

4. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, pilih yang warna hijau, atau yang biasa tertulis ‘extra virgin’. Tuangkan setengah cangkir teh. Saya campur dengan jeruk peras setengah cangkir, fungsi jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk yang rata, dan rasanya seperti minum jus jeruk, hanya lancar saja karena mengandung minyak. Minum sekitar jam 10 malam.

5. Pada hari ke-6 dan ke-7 sebaiknya berada di dekat toilet karena perut akan langsung mulas dan perlu ke toilet beberapa kali. Tidak percaya, coba hitung ada berapa batu hijau yang seperti batu apung dengan ukuran kecil dan tidak beraturan terapung di toilet. Maaf, pada hari ke-7 ini, bisa mulas seharian, untuk pembersihan, dan kotoran yang keluar sungguh berbau amis. Saya pikir ini semacam detoksinasi, jadi tidak ada salahnya sekali-kali membersihkan empedu.

Ada pertanyaan dari teman, mana mungkin empedu itu muaranya lari ke usus dan melalui pembuangan kotoran. Karena saya bukan dokter ahli, saya konfirmasikan dengan teman saya yang dokter, dan menurut penjelasannya, bahwa di batu empedu terdapat kanal yang bermuara ke usus 12 jari yang disebut ductus choledocus. Dan sesuai dokter ini, bahwa batu di empedu bukanlah seperti batu ginjal, tapi lebih menyerupai kerak, dan tentunya akan terapung. Dokter ini pun setelah saya menjelaskan metode ‘apel pembersihan empedu’ tsb, memastikan diri akan mencobanya J Jadi, kalau metode yang dikenalkan oleh seorang dokter dan ada dokter lain yang mau mencobanya, tentunya kita yang awam tidak perlu kuatir untuk mencobanya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

9 Januari 2015 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

INSTAL APLIKASI DAPODIKDAS 2013 DI BEBERAPA KOMPUTER

Edit Aplikasi Dapodikdas 2013 Di Komputer Berbeda
sumber http://mankdidin.blogspot.com/

Tema blog kali ini muncul setelah banyaknya yang bertanya Bisakah pekerjaan aplikasi dapodikdas 2013 di kantor di lanjutkan di komputer rumah? Atau laptop lain?
Dan hampir semua sahabat facebook menjawab “TIDAK BISA, Harus di satu komputer. Bisa di komputer lain tapi setelah sinkronisasi online ke operator dapodikdas pusat”…..

Kalau pertanyaannya bisakah? Penulis jawab bisa, caranya :
1. Di komputer pertama (sekolah) aplikasi dapodik telah diinstal sempurna
2. Copykan file prefill hasil download di C:\ prefill_dapodik
3. Registrasi aplikasi tersebut masukkan kode registrasi sesuai dengan kode registrasi yang diberikan oleh Dinas pendidikan kabupaten/ kota.

4. Klik simpan
5. Masuk ke jendela LOGIN

6. Ceritanya anda sudah edit data beberapa siswa. Simpan perubahan. Lalu Logout (keluar dari aplikasi dapodik). Tutup browser google chrome atau Mozilla firefox.
7. Copy folder DAPODIKDAS yang ada di folder C:\Program Files
8. Buka Flashdisk atau hardis partisi lainnya contoh : D:\
9. Klik Paste di flasdisk atau folder pada partisi lainnya. Kini copy-an folder DAPODIKDAS dah ada di flashdisk anda.
10. Aktifkan komputer/ laptop lain.
11. Instal Aplikasi dapodikdas 2013 di komputer/ laptop lain, setelah sukses penginstalan. Registrasi PERSIS seperti di komputer sekolah (sama dengan poin 1 s.d. 4)
12. Setelah registrasi sukses, login PERSIS seperti di komputer sekolah. Lalu Logout. Tutup aplikasi browser google chrome atau Mozilla Firefox
13. Di start menu, klik run, ketik services.msc, lalu tekan Enter. Maka tampil jendela service

14. Klik DapodikdasDB, klik tombol STOP
15. Klik DapodikdasWebSrv, klik tombol STOP. Lalu tutup jendela service.
16. Buka flashdisk yang sudah ada kopian folder dapodikdas dari komputer sekolah.
Klik kanan pilih Copy
17. (Di kompter baru) Buka C:\Program files. Klik Paste. Ada pertanyaan Replace (timpa), klik Yes to All
18. Di start menu, klik run, ketik services.msc, lalu tekan Enter. Maka tampil jendela service
19. Klik DapodikdasDB, klik tombol START
20. Klik DapodikdasWebSrv, klik tombol START. Lalu tutup jendela service.
21. Restart computer. Coba login. Bagaimana hasilnya??? Selamat bekerja !!!
Anda bisa lakukan berulang-ulang copy paste folder dapodikdas dari laptop anda ke komputer kantor atau sebaliknya, dengan langkah-langkah point 6 s.d 21.

Tips di atas berlaku :
1. Bagi sekolah yang siswanya sedikit, bisa ditangani Admin dapodik satu orang.
2. Bagi Admin dapodikdas 2013, yang di kantor ingin kerja di komputer kantor, sambil begadang / lembur ingin kerja di rumah menggunakan laptop pribadi.
Kalau memang operatornya cuma satu orang dan diizinkan Kepala Sekolah diinstal dan diedit di laptop pribadi operator, LEBIH BAIK CUKUP DIINSTAL dan DIEDIT DI SATU LAPTOP OPERATOR TERSEBUT. Selain Admin atau tanpa izin Kepala sekolah jangan coba-coba ya !
3. Saat sinkronisasi ke server dapodikdas pusat, pastikan data semuanya sudah valid

Tips ini bermanfaat untuk membackup data dapodik 2013, jangan sampai ada yang berpendapat bahkan PUTUS ASA data hilang karena hardis diformat dan beribu alasan. ANDA TIDAK PERLU NGETIK LAGI DARI NOL ! Setiap selesai bekerja lebih baik Copy-kan folder DAPODIKDAS di folder C:\Program files ke flashdisk atau partisi lainnya.

HATI-HATI VIRUS
File atau folder backup-an tadi bisa saja terkena virus. Inilah tips penulis dalam mengatasi virus :
1. Pastikan anti virus di komputer sekolah dan laptop sama dan selalu diupdate. Penulis menggunakan Smadav 9.3 dan AVG 2013.
2. Compress (padatkan) setiap aplikasi dalam bentuk zip. Untuk sementara virus tidak bisa menginfeksi file zip.
Sebagai contoh folder dapodikdas yang telah di-copy-kan di hardis partisi D, oleh penulis di klik kanan, pilih Add to Dapodikdas zip. File Dapodik.zip (hasil kompres) inilah yang dicopykan ke flashdisk.

3. Untuk mengekstrak file dapodik zip, klik kanan dapodik zip, pilih Extract file… pilih drive C, folder Program files, lalu klik OK.

Untuk sekolah besar yang siswa, PTK atau data yang dimasukan super besar, buanyaak, bisa dilakukan dalam jaringan oleh beberapa orang, anda bisa set komputer seperti gambar dibawah ini

Sumber Gambar Jaringan: fb Sujarwadi Jadi.

Sebagai Kepala Sekolah, penulis menugaskan Staf TU untuk mengentry data di aplikasi Dapodikdas 2013. Walaupun demikian saya tertarik untuk memberi tips solusi bagi staf saya dalam pengentrian data ini. Tips ini telah penulis coba di computer kantor (TU), laptop penulis dan laptop operator. Mudah-mudahan tips ini juga bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Bagi pembaca yang suka, tidak suka, yang mau kasih saran kritik silahkan kasih komentar.

26 Oktober 2013 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

pengertian manajemen Strategi menurut para ahli

pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.

pengertian manajemen strategis menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen adalah “Strategic Management is that a set of managerial decisions and actions that determines the long-run performance of a corporation”, dan jika diterjemahkan secara bebas maka Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Pengertian manajemen strategi menurut Gregory G Dees dan Alex Miller adalah suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas yaitu analisis strategi, perumusan strategi dan implentasi strategi (Djaslim Saladin, 2003).

pengertian manajemen strategis menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.

Pengertian manajemen strategi menurut Fred R. David Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.

pengertian manajemen strategis menurut Husein Umar (1999 : 86): Manajemen strategis sebagai suatu seni dan ilmu dalam hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan startegis antara fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa datang.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV). Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael Polter Manajemen strategi adalah sesuatu yang membuat perusahaan secara keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsure sinergi di dalamnya.

Pengertian manajemen strategi menurut H. Igor Ansoff Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.

pengertian manajemen strategis menurut Lawrence R. Jauch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, 1998) : Manajemen Strategis adalah sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.
sumber http://mbegedut.blogspot.com

7 Oktober 2012 Posted by | Uncategorized | | 3 Komentar

PROPOSAL TESIS

MATA KULIAH METODE PENULISAN TUGAS AKHIR
PERTEMUAN 1&2 “PROPOSAL TESIS”

Bagian-bagian proposal tesis antara lain:
HALAMAN SAMPUL
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kerangka Teoritis
1.5 Hipotesis
II. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Jenis Penelitian
2.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator
2.3 Metode Pengumpulan Data
2.4 Metode Penetapan Sampel (jika ada)
2.5 Metode Analisa
Daftar Pustaka
Lampiran

25 September 2012 Posted by | Pendidikan, Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI

PERANAN MANAJEMEN STRATEJIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI
(search from http://blog.binadarma.ac.id/muhammadinah)

ABSTRAK

Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi, control masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan dampak bagi perkembangan suatu negara maupun bisnis. Control masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun perusahaan, sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak dapat membuat kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu dalam menjalankan kegiatannya perlu adanya keselarasan antara kompetensi yang dimiliki perusahaan maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada di luar organisasi (perusahaan dan pemerintah).
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara diabaikan.Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi. Menopang manajemen strategis tergantung pada manajer mendapat pengertian mengenai pesaing, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah, kreditor, pemegang saham dan pelanggan diseluruh dunia. Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing di seluruh dunia, bukan hanya di pasar lokal.
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.

BAB II
PERAN MANAJEMEN STRATEJIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI

A. Pengertian
Sebelum melangkah lebih jauh tentang seberapa jauh peran manajemen stratejik dalam pengembangan organisasi, kita akan menyimak dulu pengertian dari manajemen stratejik itu sendiri, berikut beberapa ahli yang memberikan gambaran atau teori tentang manajemen stratejik itu sendiri.
• Barney, 1997:27
Manajemen strategis (strategic management) dapat dipahami sebagai proses pemilihan dan penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola alokasi sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan kinerjanya.

• Grant, 1995:10
Strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi menguntungkan. Dengan kata lain, manajamen strategis terlibat dengan pengembangan dan implementasi strategi-strategi dalam kerangka pengembangan keunggulan bersaing.

• Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV)
Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata

• David 2002:5
Seni dan pengetahuan untuk merumsukan, mengimplementasikan and mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya.

• Hunger dan Wheelen 2003:4
Serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang.

Dengan demikian dari definisi di atas dapat diketahui fokus manajemen strategis terletak dalam memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akunting, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta system informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Manajemen strategis di katakan efektif apabila memberi tahu seluruh karyawan mengenai sasaran bisnis, arah bisnis, kemajuan kearah pencapaian sasaran dan pelanggan, pesaing dan rencana produk kami. Komunikasi merupakan kunci keberhasilan manajemen strategis.

Dari definisi tersebut terdapat dua hal penting yang dapat disimpulkan, yaitu:
1. Manajemen Strategik terdiri atas tiga proses:
a. Pembuatan Strategi, yang meliputi pengembnagan misi dan tujuan jangka panjang, mengidentifiksikan peluang dan ancaman dari luar serta kekuatan dan kelemahan organisasi, pengembangan alternatif-alternatif strategi dan penentuan strategi yang sesuai untuk diadopsi.
b. Penerapan strategi meliputi penentuan sasaran-sasaran operasional tahunan, kebijakan organisasi, memotovasi anggota dan mengalokasikan sumber-sumber daya agar strategi yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan.
c. Evaluasi/Kontrol strategi, mencakup usaha-usaha untuk memonitor seluruh hasil-hasil dari pembuatan dan penerapan strategi, termasuk mengukur kinerja individu dan organisasi serta mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

2. Manajemen Strategik memfokuskan pada penyatuan/penggabungan aspek-aspek pemasaran, riset dan pengembangan, keuangan/akuntansi, operasional/produksi dari sebuah organisasi.

Strategik selalu “memberikan sebuah keuntungan”, sehingga apabila proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi gagal menciptakan keuntungan bagi organisasi tersebut maka dapat dikatakan proses manajemen tersebut bukan manajemen strategik.
B. Peran Manajemen Stratejik

Untuk meraih segala cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka penerapan manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang diinginkan bersama dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan seefektif dan seefisen mungkin.
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.
Esensi Manajemen Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi, baik bersifat nirlaba maupun ber-orientasi laba dapat dijabarkan atas hal pokok berikut :
1. Pertumbuhan dan Keberlanjutan
Hal ini dicirikan oleh adanya kegiatan lebih besar dari organisasi yang nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan SDM. Pencapaian kondisi tersebut di-dapatkan dari kerjasama antar individu yang mampu mewujudkan sinergi perkembangan organisasi sesuai siklus organisasi (pengenalan, pertumbuhan, kedewa-saa dan pembaharuan dengan kondisi penurunan, tetap dan naik kembali) ditinjau dari faktor internal maupun eksternal yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan, baik fundamental, incremental dan radikal dari nilai-nilai keinginan konsumen, serta persaingan yang ketat dalam kondisi yang mengandung ketidak-pastian dan penuh risiko.
2. Berpikir Strategik
Hal ini dicirikan oleh pemahaman tentang pentingnya faktor waktu (lalu, kini dan esok), proses kontinu (siklus) dan iteratif (sekuens pembelajaran) dalam mengidentifikasi kegiatan yang menjanjikan ke depan yang berbasis pada pemetaan kemampuan (superior-tas) yang dimiliki (sumber daya seperti SDA, SDM dan SDB) dengan secara komprehensif memperhati-kan faktor-faktor makro seperti politik, ekonomi, teknologi dan sosial budaya, disamping upaya pem-belajaran organisasi dalam menuju daya saing secara parsial ataupun utuh. Realisasi berpikir strategik dapat ditunjukkan oleh konsep masukan, proses dan luaran dalam mengelola perubahan menurut peluang maupun ancaman yang ditemui sesuai dengan fase-fase berikut : pembentukan kelompok kerja, inventarisasi kegiatan, keterlibatan unit kerja dan status kegiatan. Hal tersebut dalam praktiknya didukung oleh konsep-konsep stra-tegi, baik yang klasik (siklus hidup produk dan SWOT), modern (BCG/Shell, A.D. Little, McKinsey, PIMS, SRI dan Porter) dan alternatif (PRECOM) yang dalam implementasinya sangat ditentukan oleh besar-an dimensinya (2-5) atau tema tertentunya.
3. Manajemen Strategik
Manajemen Strategik dalam implementasinya diten-tukan oleh tahapan identifikasi lingkungan (internal dan eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan dan evaluasi strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri dari analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dikenal sebagai SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik dan fungsi) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi, baik secara luas maupun spesifik, seperti:
(a) masuknya pendatang baru (skala ekonomi, diferensiasi produk, persyaratan modal, biaya peralih-an pemasok, akses ke saluran distribusi, kebijakan pemerintah dan lainnya;
(b) ancaman produk peng-ganti (biaya/harga);
(c) kekuatan tawar menawar pembeli (kuantitas, mutu dan ketersediaan);
(d) kekuatan tawar menawar pemasok (dominasi, integrasi dan keunikan);
(e) persaingan konvensional diantara pesaing (posisi dan ketergantungan).

Dalam proses manajemen strategik diperlukan pernyataan-pernyataan yang terkait dengan penetapan visi (jati diri), misi (justifikasi/pembeda) dan tujuan (target/standar) sebagai jawaban terhadap pencanangan strategi yang telah disusun menurut tingkatannya (korporat, bisnis dan fungsional) yang didasarkan pada muatan, konsis-tensi dan keterpaduannya dari suatu kerangka kerja proses pengambilan keputusan organisasi untuk jang-ka panjang. Dalam hal ini, struktur organisasi dengan berbagai bentuknya (sederhana, fungsional, divisional, matriks, unit bisnis strategik berperan pen-ting dalam pencapaian tujuan dari kebijakan yang dibuat.

C. Manfaat Manajemen Stratejik
Dengan menggunakan manajemen strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik.
Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.
Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen strategik, yaitu:
1. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
2. Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
3. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
4. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
5. Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
6. Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
7. Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurangi
8. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.

D. Langkah Dalam Pengembangan Organisasi

Langkah Pertama manajemen perlu secara detail mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan baik langsung maupun tidak langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR), pengujian dan penilaian, proses perencana-an program dan kegiatan, implementasi, pengendalian dan pe-ngawasan.
Langkah Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Ketiga yaitu mencoba mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan diantara output yang dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh organisasi.

E. Tahap-tahap Dalam Manajemen Strategis

Manajemen strategi merupakan sebuah proses yang terdiri dari tiga kegiatan antara lain perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Perumusan strategi terdiri dari kegiatan-kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan Isu perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis apa yang akan dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau diversivikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Keputusan perumusan strategis mengikat suatu organisasi pada produk,pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu. Strategi menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka panjang pada suatu organisasi. Implementasi strategi menuntut perusahaan untuk menetapkan obyektif tahunan, memperlengkapi dengan kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung strategi, menciptakan struktur oragnisasi yang efektif, mengubah arah usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi dan menghubungkan kompensasi karyawan dengan prestasi organisasi. Implementasi strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategis. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan. Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah
1) meninjau factor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang,
2) mengukur prestasi,
3) mengambil tindakan korektif.Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.

Proses manajemen strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang obyektif, logis, sistematis untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi. Proses ini berusaha untuk mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif dengan cara yang memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak menentu. Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi penting untuk membuat keputusan strategis yang baik. Intuisi terutama bermamfaat untuk membuat keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu atau sedikit preseden. Proses manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi seharusnya terus-menerus memonitor peristiwa dan kecenderungan internal dan eksternal sehingga melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi dan globalisasi adalah perubahan eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat dewasa ini. Arus informasi yang cepat menghilangkan batas negara sehingga orang dari seluruh dunia dapat melihat sendiri bagaimana cara hidup orang lain. Dunia menjadi tanpa perbatasan dengan warga Negara global, pesaing global, pelanggan global, pemasok global, dan distributor global.

Keperluan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan menjadikan organisasi mengajukan pertanyaan kunci manajemen strategis seperti : ”Jenis bisnis apa yang harus
kita lakukan? Apakah kita berada di bidang yang tepat? Apakah kita harus mengubah
bentuk bisnis kita? Pesaing baru mana yang masuk dalam industri kita? Strategi apa yang harus kita lakukan? Bagaimana perubahan pelanggan kita? Apakah teknologi baru yang
sedang dikembangkan dapat membuat kita keluar dari bisnis.
BAB III
KESIMPULAN

Sebagai suatu kesatuan dalam sebuah organisasi perlu menerapkan dan mengembangkan kemapuan manajemen internalnya guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengarahkan segenap potensi dan strategi serta taktik yang tepat untuk diaplikasikan.

DAFTAR PUSTAKA

___________________ Arti, Peluang Dan Manfaat Manajemen Strategik
Hartomo, Tommy, Kolonel Ir. ¬___________ Manajemen Stratejik (Berpikir Cerdas, Strategik dan Proses Manajemen) Litbang Pertahanan Indonesia.
Wiweko, Hidayat SE. MSi.____________ Manajemen Stratejik,
Pusat Pengembangan Bahan Ajar­UMB.
_____________________ Manajemen Strategi
Wilfridus B. Elu_____________ Manajemen Strategis Berbasis-Kompetensi :

23 September 2012 Posted by | Pendidikan | 1 Komentar