Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

Katakan dengan lantang, jangan dustakan.


Mengapa kata sering berdusta, ketika nurani hendak berteriak lantang, tapi lidahmu selalu tergigit. Katakan dengan hati, teriakkan dengan jiwa dan tulislah dengan nadimu. Mengapa kata sering berdusta, ketika tubuhmu serasa lunglai, ketika lambungmu tak hendak menelan, jangan paksakan. Katakan dengan jarimu, ketika otakmu telah ter intimidasi. Lepaskan jangan paksakan, katakan jangan dustakan. Mengapa tanah ini semakin gersang, mengapa jalan ini penuh lubang, mengapa gubuk ini semakin reot, katakan jangan dustakan.

7 November 2009 - Posted by | Uncategorized |

3 Komentar »

  1. Yang jadi mu capasih? Awam bener menelaah puisi nih! Kecewa sama do’i,kawan,atasan,rakyat,atau pemimpin tuh? Cape deh…

    Komentar oleh Triabill | 8 November 2009 | Balas

  2. Kecewa sama keadaan dusunku aja yang jalanya gak rata, kalau kemarau debunya gak karuan, kalau hujan becek banget. Kasihan sama anak2 sekolah sepatunya cepat jebol.

    Komentar oleh abilyudi | 8 November 2009 | Balas

  3. Kita tidak mungkin hidup dalam lingkungan penuh dosa, tapc kepekaan harus tetap di jaga

    Komentar oleh Akew | 11 November 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: