Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

TEORI BELAJAR


TEORI BELAJAR

Belajar adalah sebuah proses perjalanan manusia mengarungi ruang dan waktu, melampaui dua alam kehidupan yang berbeda. Belajar dimulai sejak manusia berada di alam kandungan dan berlanjut di alam dunia hingga berakhir pada pintu gerbang alam akhirat.(Wahyudi,2009)

Proses belajar manusia tidak dapat disamakan dengan menimba air di sumur, tidak pula dapat disamakan dengan memetik buah apel yang langsung dapat dimakan tanpa melalui proses yang rumit. Hasil belajar yang diperoleh manusia selama proses pembelajaran tidak memiliki batasan yang jelas, hasil belajar yang diperoleh manusia seperti susunan anak tangga yang bertingkat secara vertikal. Tangga tersebut berdiri diatas alam kandungan dan anak tangga yang teratas bersandar di di pintu gerbang alam akhirat.

Jika anda berprofesi sebagai seorang guru, maka anda adalah manusia pilihan Tuhan yang mempunyai tugas mulia dan diberi amanat menuntun manusia lain menapaki anak tangga satu persatu menuju anak tangga teratas. Sudahkah anda menjalankan tugas dan amanat tersebut dengan baik ?

Tugas seorang guru bukan membuat manusia lain menjadi manusia yang super hebat, melainkan menuntun dan menemani mereka dengan tauladan, pengertian dan kasih sayang sehingga mereka tumbuh secara alami sesuai dengan bakat, kemampuan dan takdir yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Sesungguhnya hanya anugrah dari Tuhan yang membuat manusia menjadi super hebat. (Mario Teguh,2009)

Dalam hubunganya dengan tugas seorang guru sebagai Abdi Tuhan, abdi negara dan abdi masyarakat kita dibekali dengan seperangkat aturan dan rambu-rambu dalam menjalankan tugas. Kurikulum adalah pedoman kita dalam bekerja dan melaksanakan serta menyajikan pembelajaran kepada peserta didik.

Kurikulum dapat diartikan sebagai kumpulan dan urut-urutan materi yang wajib diberikan kepada peserta didik, sehingga pengetahuan yang guru ajarkan kepada peserta didik dapat runtut dan mudah diterima serta dipahami oleh peserta didik. Setujukah kita dengan pernyataan tersebut ? Jika kita setuju dengan arti kurikulum diatas maka sesungguhnya kita adalah seorang guru yang patut diberi penghargaan tertinggi dalam dunia pendidikan. Apakah kita juga mereasa bangga dengan penghargaan tersebut ?

Jika kita setuju dan merasa bangga, maka sesungguhnya negara ini telah salah memilih kita sebagai guru. Jika Pergantian kurikulum dari waktu kewaktu hanya kita maknai sebagai pergantian susunan materi, maka sudah sepantasnya jika mutu pendidikan di negeri ini hanya jalan ditempat. Sesungguhnya pergantian kurikulum adalah penyempurnaan cara kita dalam menyajikan pembelajaran, dan bukan hanya pergantian istilah dan format RPP belaka. Penyempurnaan cara yang dimaksud adalah penyempurnaan pendekatan, strategi, dan metode dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, dan metode bukan hanya untuk di hapal oleh guru tetapi harus dilaksanakan, harus dilaksanakan, harus dilaksanakan, harus dilaksanakan, harus dilaksanakan. (Tulisan ini adalah usaha penyadaran diri bagi penulis sendiri akan hakikat pendidikan yang sesungguhnya )

24 November 2009 - Posted by | Pendidikan | , , ,

9 Komentar »

  1. yang jadi permasalahan adalah hampir semua pihak baik dari praktisi pengajar dan pemerintah serta manajemen bisa berpaling dari proyek berdana besar yang bernama “kurikulum”. wajar jika kurikulum yang disusun tidak mampu meningkatkan mutu pendidikan karena orientasi yang melandasi nya adalah PROJECT dan itu artinya UANG.

    selamat hari guru

    Komentar oleh akew | 25 November 2009 | Balas

  2. Betul, sepertinya para pejabat di daerahpun memandang pendidikan dari sudut PROJEK. Unik memang, sebuah dinas yg menangani pendidikan dalam strukturnya tidak terdapat organ yg mengurusi kurikulum.

    Komentar oleh abilyudi | 25 November 2009 | Balas

  3. sebetulnya sudut pandangnya bukan karena tidak dimilikinya divisi yang khusus bertanggung jawab terhadap kurikulum.
    karena akan tetap sia2 dan merugi jika masih otak duid terus.

    Komentar oleh akew | 7 Desember 2009 | Balas

  4. sebenernya si boleh2 aja mengharapkan ada dana alias uang, asal hasilnya juga bagus, lah wong org yang profesional juga mengharapkan uang tapi kan hasilnya juga sebanding, tul ga, jadi klo mnr ane sih yg perlu dibenahi mentalnya…jgn krn hanya menyerap dana saja tapi hasilnya cupu. piss ah

    Komentar oleh simanp | 15 Desember 2009 | Balas

  5. Refleksi dan evaluasi diri memang seharusnya dilakukan untuk kebaikan bersama

    Komentar oleh cobaberbagi | 18 Maret 2010 | Balas

  6. cobaberbagi, yup betul sekali, thanks atas kunjunganya, sukses selalu.

    Komentar oleh abilyudi | 20 Maret 2010 | Balas

  7. berikan saya:
    1. apa keuntungan & kehebatan penggunaan metode eksperimen?
    2. bagaimana cara pemanfaatan lingkungan dalam proses belajar menganjar dengan menggunakan metode eksperimen?
    3. lingkungan yang seperti apa dapat dilibatkan dalam PBM dengan menggunakan metode eksperimen?
    terima kasih

    fendy

    Komentar oleh fendy | 21 Maret 2010 | Balas

  8. FENDI~Trims atas kunjunganya, mengenai keuntungan metode eksperimen silakan lihat posting terakhir.

    Komentar oleh abilyudi | 24 Maret 2010 | Balas

  9. Terimakasih, jejak langkah yang tak terlupakan

    Komentar oleh afsna | 20 Maret 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: