Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG BERMUTU


MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG BERMUTU DI BUMI RAMIK RAGOM
(KABUPATEN WAY KANAN PROPINSI LAMPUNG)
(oleh Wahyudi,S.Pd)

Membangun pendidikan yang bermutu di Kabupaten Way Kanan adalah sebuah keharusan yang mendesak untuk dilaksanakan oleh segenap komponen masyarakat yang menginginkan kemajuan dan perubahan di Bumi Ramik Ragom tercinta ini. Dari tataran top leader hingga lapisan low end harus bahu membahu mencurahkan segenap pemikiran, tenaga dan ide-ide konstruktif, menyatukan fisi dan misi serta memadukan segenap perbedaan dan keanekaragaman menuju satu tujuan bersama yaitu kehidupan masyarakat yang layak, cerdas dan bermutu.

Pendidikan yang bermutu adalah titik tolak sebuah tatanan kehidupan bermasyarakat yang cerdas dan berperadaban tinggi. Untuk mencapai tingkat tatanan kehidupan yang demikian, dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang bermutu dan memiliki kompetensi unggulan, terutama dalam hal kemampuan berfikir dan berorientasi kepada kerja pikiran dan bukan semata kemampuan kerja otot, emosional, individualistis dan materialistik semata. Dengan demikian restrukturisasi pendidikan mutlak harus dilakukan. Pendidikan haruslah diarahkan pada upaya menciptakan situasi agar siswa mampu belajar dan memiliki kemampuan berfikir tahap tinggi. Untuk mencapai kondisi tersebut pendidikan saat ini haruslah menekankan pada upaya pembentukan kompetensi siswa yang didahului oleh perubahan radikal atas budaya mengajar saat ini.

Menyimak perjalanan budaya mengajar yang berlangsung hingga saat ini, patutlah kita merasa prihatin dan perlu melakukan refleksi yang mendalam atas situasai dan kondisi yang tengah dialami sebagian besar peserta didik pada saat mengikuti proses pembelajaran. Tugas guru sebagai pemberi motivasi, pendamping, pembimbing dan pelatih serta pemberi kasih sayang jangan sampai hanya sebatas jargon teoritik yang jauh dari kenyataan. Sesungguhnya saat ini peran guru masih sebatas pemberi informasi, guru seringkali memposisikan diri sebagai nara sumber, pemberi perintah dan pentransfer ilmu pengetahuan. Bahkan masih ada guru yang tidak tahu tentang berbagai model pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran. Sudah jarang kita jumpai seorang guru yang dengan segenap jiwa raga, mencurahkan kasih sayang untuk membimbing siswanya mencari pengetahuan, mengembangkan bakat dan melatih keterampilan dasar yang dimiliki siswanya.
Pada hakekatnya tugas guru bukan membuat para siswa menjadi super hebat, tetapi lebih dari pada itu seorang guru haruslah ikhlas mendampingi dan membimbing para siswa agar tumbuh secara alami dengan penuh kasih sayang. Sesungguhnya hanya anugrah dari Tuhan yang akan membuat mereka menjadi super hebat. Jadi jelaslah bahwa bimbingan dan kasih sayang akan jauh lebih bermakna daripada sekedar menuangkan rumus dan definisi pada sebuah ruang memori otak siswa. Pada prinsipnya proses belajar tidaklah sama dengan mengucurkan air kedalam gelas yang kosong, tetapi belajar merupakan proses merekonstruksi sebuah pengalaman belajar menjadi sebuah akar konsep-konsep yang akan melekat kuat pada otak siswa dan tumbuh sebagai pohon pengetahuan yang subur dan berbuah kematangan sikap, keunggulan intelegensi dan keterampilan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan yang semakin komplek.

Sudah saatnya guru merubah budaya mengajar dengan misi baru yaitu guru harus memahami perkembangan siswa dan berbagai konsep pedagogik, guru harus mampu menempatkan berbagai subtansi perbedaan pengalaman belajar, perbedaan bahasa dan budaya, gaya belajar, bakat dan intelagensi sebagai dasar dalam melaksanakan berbagai strategi pengajaran. Untuk itu dibutuhkan guru dengan karakteristik unggul sehingga ia akan mampu melaksanakan misi barunya dalam pendidikan. Guna mendapatkan guru dengan karakteristik unggul haruslah dimulai dari proses pendidikan calon guru, rekrutmen guru maupun kendali mutu dan pengawasan kepada guru dalam melaksanakan jabatanya sebagai tenaga pendidik.

Guru sebagai tumpuan terciptanya pendidikan yang bermutu harus selalu mengembangkan kemampuan dan keprofesionalanya. Pendidikan yang bermutu diawali dari guru yang bermutu. Guru yang bermutu adalah guru yang selalu melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilakukanya pada saat proses pembelajaran dan melakukan perbaikan serta mengembangkan ide-ide inovatif dibidang pendidikan.

Guru sebagai bagian dari masyarakat ilmiah harus pula selalu aktif mengembangkan keilmuanya melalui pengembangan diri dalam setiap seminar, workshop dan pendidikan serta pelatihan. Selain itu guru juga harus menerapkan ilmunya dalam pengabdian kepada masyarakat ilmiah melalui penelitian-penelitian ilmiah seperti yang diamanatkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010. Dalam peraturan tersebut disyaratkan bagi guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat mulai dari Golongan III.b harus melakukan penelitian ilmiah yang dituangkan dalam bentuk karya ilmiah, disinilah kemampuan guru diuji, sampai dimanakah kebermutuan seorang guru? Sebenarnya hal ini sudah dapat kita pelajari dari kenyataan bahwa banyak guru yang sudah golongan IV.a namun tidak dapat naik kegolongan yang lebih tinggi karena salah satu persyaratanya adalah menyusun karya ilmiah, inilah bukti bahwa masih banyak guru yang harus ditingkatkan lagi mutunya.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Dalam meningkatkan mutu guru Sekolah Dasar melalui penyediaan akses dan fasilitas serta alokasi dana sudah sangat tepat. Para guru telah diberi kesempatan untuk melanjutkan belajar hingga jenjang strata S1. Tinggal bagaimana para guru mensikapi kebijakan yang luar biasa ini, lagi-lagi niat dan kemampuan guru itu sendiri yang diuji, apa yang mereka dapatkan melalui pendidikan jenjang S1? Ilmu kah? Ataukah hanya selembar ijazah?

Restrukturisasi dibidang pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dapat dilakukan melalui seleksi yang ketat pada calon guru, calon guru yang direkrut haruslah benar-benar memiliki kecerdasan tinggi yang dapat diketahui dari hasil tes akademik yang diumumkan secara transparan kepada masyarakat. Tes akademik dan tes performance secara berkala juga dapat diterapkan pada guru yang telah berstatus PNS guna mengetahui sejauh mana perkembangan dan kemajuan akademiknya sehingga fungsi kontrol dan kendali mutu dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Perbaikan kesejahteraan atau peningkatan gaji guru merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi mutu pendidikan, banyak kalangan berpendapat bahwa gaji yang kecil menyebabkan guru menjadi malas. Pendapat ini tidaklah sepenuhnya benar dan tidak dapat digeneralisasi, karena pada kenyataanya masih ada guru yang memiliki semangat pengabdian yang tinggi walaupun gajinya telah berkurang untuk angsuran pinjaman pada bank. Sebaliknya ada pula guru dengan penghasilan besar justru malas mengajar karena sibuk mengurusi bisnis pribadinya.
Hal lain yang patut kita cermati adalah pemahaman guru pada kurikulum, masih banyak guru yang mengeluh setiap kali lahir kebijakan pergantian kurikulum, padahal pergantian kurikulum adalah penyempurnaan dan penyesuaian dunia pendidikan terhadap kemajuan teknologi informasi dan perubahan tatanan sosial masyarakat global yang dinamis. Ada pula guru yang menganggap perubahan kurikulum hanyalah sekedar perubahan istilah, format dan buku pelajaran serta susunan mata pelajaran. Seharusnya para guru menyikapi perubahan kurikulum sebagai perubahan dan peningkatan kualitas prilaku, sikap, mental, tata cara, metode, teknik dan model pembelajaran yang disajikanya kepada peserta didik kearah yang lebih baik. Inilah tugas bersama kita untuk membangun kesadaran guru dalam menghadapi dan merespon setiap perubahaan.

Inilah dinamika dunia pendidikan yang patut kita cermati dalam usaha membangun pendidikan yang bermutu di Bumi Ramik Ragom tercinta ini. Peran serta segenap lapisan masyarakat, pembuat kebijakan, pelaksana dan pengawasan terhadap aplikasi kebijakan sangatlah menentukan bagi keberhasilan dan peningkatan mutu pendidikan. Semua elemen masyarakat yang terlibat dalam dunia pendidikan, haruslah proaktif dan memiliki kepedulian yang tinggi, bertanggung jawab serta mempunyai kesadaran penuh akan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dengan niat yang ketulusan serta keikhlasan dan kerja keras, niscaya cita-cita untuk membangun pendidikan yang bermutu di Kabupaten Way Kanan akan segera terwujud.

12 Desember 2010 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: