Oemar Bakri's Blog

Perahu Negeriku Jangan Retak Dindingmu

MISKONSEPSI IPA SD PADA MATERI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN


Dalam mencapai Kompetensi Dasar mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewa sering kita harus menyajikan contoh-contoh perkembangbiakan pada tumbuhan. Beberapa konsep terkait perkembangbiakan pada tumbuhan telah dapat kita sajikan secara tepat. Banyak diantara kita dan juga beberapa buku yang beredar menjelaskan bahwa menyambung (enten) dan menempel (okulasi) termasuk dalam cara perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan, sama dengan mencangkok dan stek. Apabila kita mengkaji lebih dalam tentang makna dan ciri berkembangbiak maka menjadi jelas bagi kita bahwa menyambung dan menempel sangat berbeda dengan mencangkok dan stek.
Marilah diskusi ini kita awali dengan memahami makna berkembang biak dan ciri utamanya.  Berkembangbiak mempunyai ciri utama bertambah jumlah. Namum, pernyataan “bertambah jumlah” saja sebagai ciri utama berkembangbiak tampaknya belum cukup, karena masih dapat terbantahkan oleh ilustrasi berikut ini. Pada awalnya kita mempunyai 2 ekor ayam yang terdiri dari seekor ayam jantan dan seekor ayam betina. Lalu kita pergi ke pasar dan membeli 3 ekor ayam lagi. Ayam-ayam yang kita beli dari pasar tersebut kita jadikan satu kandang dengan 2 ekor ayam yang semula sudah kita punyai. Nah, jadi berapa ekor ayam kita? Lima ekor bukan? Bertambah jumlah bukan? Apakah dapat kita katakan bahwa ayam kita berkembangbiak? Tentu saja tidak! Oleh sebab itu pernyataan “bertambah jumlah “ harus kita lengkapkan menjadi “bertambah jumlah dari sepasang atau satu induk.” Bertambah jumlah dari sepasang induk apabila perkembangbiakannya secara generatif dan bertambah jumlah dari satu induk apabila perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif. Jadi apabila kita menyatakan bahwa sesuatu berkembangbiak maka ciri atau tanda utamanya adalah jumlah individunya harus bertambah.
Marilah kita meninjau tentang cara menyambung dan menempel.  Menyambung dilakukan dengan menyatukan dua potong batang atau cabang dua tanaman yang mungkin berbeda sifat-sifatnya namun satu spesies atau yang berkerabat dekat. Selanjutnya sambungan ditaman dan dirawat supaya tumbuh menjadi suatu tanaman yang subur.
Apakah tindakan menyambung seperti seperti telah dijelaskan itu menambah jumlah individu? Saya rasa tidak, justru jumlahnya berkurang, karena dari dua potong kita sambung menjadi satu potong. Apakah menyambung termasuk cara perkembangbiakan? Anda tentu dapat memutuskan sendiri!
Menyambung dilakukan orang dalam rangka memperbaiki kualitas suatu tanaman. Kita dapat menyambung dua cabang mangga, dengan cabang  bawah berasal dari spesies mangga yang kuat perakarannya tetapi buahnya kecil dan masam. Sedangkan cabang atas berasal dari spesies mangga yang perakarannya lemah tetapi buahnya besar dan manis. Harapan kita adalah akan diperoleh mangga yang akarnya kuat dengan buah besar dan manis.
Menempel juga dilakukan orang dengan tujuan memperbaiki kualitas. Menempel dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari suatu tanaman tertentu, lalu menempelkan mata tunas tersebut pada batang atau cabang tanaman lain yang sama spesiesnya atau yang kekerabatannya relatif dekat. Denga cara demikian diharapkan kita memperoleh tanaman dengan sifat-sifat seperti yang kita inginkan.
Sama dengan menyambung, penempelan mata tunas individu tumbuhan yang satu ke individu tumbuhan lainnya tidak menambah jumlah individu tersebut, jadi dalam hal ini menyambung (enten) maupun menempel (okulasi)  tidak termasuk dalam perkembangbiakan makhluk hidup.
Supaya kita menjadi lebih jelas marilah kita renungkan kembali cara mencangkok dan stek pada tanaman. Mencangkok lazimnya dilakukan untuk mengembangbiakkan tanaman yang batangnya berkayu. Biasanya kita pilih cabang atau batang dengan ukuran dan usia tertentu, lalu kita kupas bagian kulitnya dengan panjang sekitar 5 sampai 10 cm. Ruas batang atau cabang yang sudah tidak berkulit tersebut selanjutnya kita hilangkan bagian pembuluh tapisnya (floem) dengan cara mengeroknya. Hal ini bertujuan supaya hasil-hasil fotosintesis terhenti pada bagian atas sayatan batang dan akhirnya dapat menumbuhkan akar. Selanjutnya bagian ruas yang tidak berkulit dan tidak berpembuluh tapis tersebut kita balut dengan tanah subur atau humus, selanjutnya kita bungkus dengan pembungkus yang dapat menyerap air seperti sabut kepala atau plastik yang berlubang-lubang dan diikat bagian ujung dan pangkalnya supaya tidak lepas. Ruas batang tersebut kita siram dengan cukup. Atas ijin Allah, beberapa minggu lagi akan muncul akar pada batang tersebut. Selanjutnya cabang atau batang yang sudah keluar akarnya tersebut kita potong dan kita tanam di tanah yang subur. Maka atas ijin Allah tumbuhlah individu baru yang berasal dari satu induk. Dan sangat mudah kita pahami bahwa tindakan mencangkok tersebut menambah jumlah individu. Jadi tidak meragukan lagi bahwa mencangkok memang salah satu cara kembangbiak secara vegetatif.
Stek pada tanaman lazim kita lakukan pada berbagai jenis tumbuhan seperti ketela pohon, mawar dan bougenvil. Kita pilih batang atau cabang dengan ukuran dan usia tertentu. Selanjutnya batang atau cabang tersebut kita potong yang pada potongan batang atau cabang tersebut terdapat satu atau lebih mata tunas. Potongan cabang atau batang tersebut selanjutnya kita tanam pada tanah yang subur. Dalam waktu beberapa minggu atas ijin Allah, tanaman baru akan muncul. Sehingga jumlah tanaman akan bertambah dan kita tidak ragu-ragu bahwa stek merupakan salah satu cara kembangbiak secara vegetatif.
Berbeda dengan mencangkok dan stek yang memang menambah jumlah individu, maka kedua teknik ini merupakan cara perkembangbiakan. Karena pada proses bertambahnya jumlah individu tersebut hanya diperlukan satu induk saja maka disebut perkembangbiakan secara vegetatif. Dalam proses mencangkok dan stek itu sendiri diperlukan bantuan atau campur tangan manusia, maka mencangkok dan stek merupakan cara perkembangbiakan vegetatif buatan. (http://anik-sriwahyuni.blogspot.com/)

18 Juni 2015 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: